MALANG — Api kembali menjilat kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam lalu. Kali ini luas kerusakan meluas drastis: dari 176 hektare sebelumnya menjadi 570 hektare dalam hitungan jam.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha merilis data terbaru zona terdampak mencapai angka tersebut. Lapangan becek, rerumputan hitam terbakar, dan kepulan asap putih masih nampak dari tebing kawasan Probolinggo saat tim ANTARA turun ke lokasi hari Minggu pagi.
Angin & Vegetasi Kering Jadi Percepat Api
Nugraha menjelaskan penyebaran api tidak semata masalah cuaca, melainkan kombinasi sempurna antara hembusan angin kencang sejak siang hari Sabtu dengan kondisi tanaman dan rumput yang sudah sangat kering. Api meloncat-loncat dari sisi atas tebing ke arah bawah dengan momentum dahsyat. Setiap kali mencapai permukaan lebih rendah, ia menemukan vegetasi siap terbakar menunggu.
“Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas,” kata Nugraha. Frost — embun beku yang meninggalkan tanaman dalam kondisi getas — turut menyamarkan api berkembang ke segala arah. Tanpa hambatan berarti, api mampu menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan masuk ke area savana Gunung Bromo yang jauh lebih luas dengan rumput padang yang melimpah.
Pada titik ini, kebakaran sudah tak bisa diandalkan pengendalian manual. Petugas gabungan dari berbagai lembaga langsung disiagakan ke lapangan melakukan patroli dan pencarian titik api baru untuk mencegah ledakan skala lebih lanjut.
Beberapa deret rumput kering di sisi tengah JLKT dari arah Jemplang, Kabupaten Malang, juga turut terdampak. Api di zona ini berhasil dipadamkan, tapi kerja belum selesai.
Helikopter Bombing Dimobilisasi
Untuk mengatasi luas area yang sudah sedemikian besar, otoritas memanfaatkan helikopter water bombing. Pesawat terlihat hilir mudik mengisi air di kawasan Ranu Pani kemudian terbang melakukan penyiraman di area yang masih mengeluarkan kepulan asap tebal.
Dari darat, kendaraan petugas gabungan terus berdatangan dari arah Jemplang menuju tebing wilayah Probolinggo untuk memberikan dukungan penanganan dari permukaan tanah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.