Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Bertambah! Luas Area Terdampak Kebakaran di Gunung Bromo Capai 570 Hektare

Bertambah! Luas Area Terdampak Kebakaran di Gunung Bromo Capai 570 Hektare
Bertambah! Luas Area Terdampak Kebakaran di Gunung Bromo Capai 570 Hektare

MALANG — Api kembali menjilat kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam lalu. Kali ini luas kerusakan meluas drastis: dari 176 hektare sebelumnya menjadi 570 hektare dalam hitungan jam.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha merilis data terbaru zona terdampak mencapai angka tersebut. Lapangan becek, rerumputan hitam terbakar, dan kepulan asap putih masih nampak dari tebing kawasan Probolinggo saat tim ANTARA turun ke lokasi hari Minggu pagi.

Angin & Vegetasi Kering Jadi Percepat Api

Nugraha menjelaskan penyebaran api tidak semata masalah cuaca, melainkan kombinasi sempurna antara hembusan angin kencang sejak siang hari Sabtu dengan kondisi tanaman dan rumput yang sudah sangat kering. Api meloncat-loncat dari sisi atas tebing ke arah bawah dengan momentum dahsyat. Setiap kali mencapai permukaan lebih rendah, ia menemukan vegetasi siap terbakar menunggu.

“Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas,” kata Nugraha. Frost — embun beku yang meninggalkan tanaman dalam kondisi getas — turut menyamarkan api berkembang ke segala arah. Tanpa hambatan berarti, api mampu menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan masuk ke area savana Gunung Bromo yang jauh lebih luas dengan rumput padang yang melimpah.

Pada titik ini, kebakaran sudah tak bisa diandalkan pengendalian manual. Petugas gabungan dari berbagai lembaga langsung disiagakan ke lapangan melakukan patroli dan pencarian titik api baru untuk mencegah ledakan skala lebih lanjut.

Beberapa deret rumput kering di sisi tengah JLKT dari arah Jemplang, Kabupaten Malang, juga turut terdampak. Api di zona ini berhasil dipadamkan, tapi kerja belum selesai.

Helikopter Bombing Dimobilisasi

Untuk mengatasi luas area yang sudah sedemikian besar, otoritas memanfaatkan helikopter water bombing. Pesawat terlihat hilir mudik mengisi air di kawasan Ranu Pani kemudian terbang melakukan penyiraman di area yang masih mengeluarkan kepulan asap tebal.

Dari darat, kendaraan petugas gabungan terus berdatangan dari arah Jemplang menuju tebing wilayah Probolinggo untuk memberikan dukungan penanganan dari permukaan tanah.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah menyatakan optimalisasi helikopter water bombing untuk menutalisir api di Bromo. Langkah agresif ini diperlukan mengingat topografi tebing yang curam dan aksesibilitas terbatas membuat penangan darat saja tidak cukup efektif.

Dampak bagi Ekosistem & Pariwisata

Kebakaran setingkat ini membawa dampak ganda untuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pertama, dari sisi ekosistem, vegetasi savana yang menjadi ciri khas panorama Bromo sudah banyak terhapus.

Rumput padang yang seharusnya menjadi penyokong rantai makanan dan penahan erosi tanah kini tinggal arang. Satwa liar yang menggunakan area ini sebagai habitat atau tempat mencari makan juga kehilangan sumber daya. Pemulihan alami bisa berlangsung bertahun-tahun mengingat iklim Bromo yang ekstrem.

Kedua, dari aspek pariwisata. Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi unggulan Indonesia dengan jutaan pengunjung setiap tahun. Kepulan asap tebal dan area terbatas akibat penanganan akan memengaruhi pengalaman wisatawan. Beberapa jalur pemandangan mungkin harus ditutup sementara untuk keamanan dan efektivitas operasi pemadam.

Petugas terus berjaga di lapangan memastikan tidak ada titik api baru yang terlewatkan. Kondisi cuaca—terutama kecepatan angin—menjadi faktor krusial untuk memprediksi kapan api dapat sepenuhnya dikuasai. Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa dari insiden ini, tapi hitung-hitungan rugi lahan terus bertambah setiap jam.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 10 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online