Selasa, 4 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Kebakaran Hutan Blok Bantengan, Sebagian Akses Masuk Gunung Bromo Ditutup

Kebakaran Hutan Blok Bantengan, Sebagian Akses Masuk Gunung Bromo Ditutup
Kebakaran Hutan Blok Bantengan, Sebagian Akses Masuk Gunung Bromo Ditutup

MALANG — Akses Bromo ditutup sebagian menyusul kebakaran hutan di Blok Bantengan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang mulai hari ini pukul 22.00 WIB.

Langkah itu diambil untuk mendukung pemadaman api dan menjaga keselamatan pengunjung. Meski ada penutupan, wisatawan masih bisa masuk ke kawasan Gunung Bromo lewat Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, dengan batas kunjungan hanya sampai area Lautan Pasir.

Akses Bromo ditutup untuk tiga pintu masuk

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan dilakukan agar tim di lapangan bisa bekerja lebih leluasa dan wisatawan tetap aman. Ia menyampaikan, kunjungan wisata Bromo melalui Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup untuk pengunjung.

Penutupan itu berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Artinya, situasi akan mengikuti perkembangan api di Blok Bantengan dan hasil pemadaman di lapangan.

Informasi awal dari Balai Besar TNBTS menyebut kebakaran hutan di Blok Bantengan mulai terpantau sekitar pukul 17.00 WIB. Dari dua laporan yang menjadi pembanding, waktu kejadian ini konsisten disebut sama, sehingga menjadi patokan awal penanganan kebakaran di kawasan wisata tersebut.

Wisatawan masih bisa masuk lewat jalur lain

Di tengah pembatasan itu, pengunjung belum sepenuhnya kehilangan akses ke kawasan Bromo. Cemoro Lawang dan Wonokitri masih dibuka sebagai pintu masuk alternatif. Namun ruang gerak wisatawan dibatasi ketat.

Pengunjung hanya boleh berada hingga wilayah Lautan Pasir. Mereka tidak diperkenankan bergerak ke Savana. Batas ini penting karena kawasan yang lebih jauh dari titik aman berpotensi mengganggu proses pemadaman dan menambah risiko keselamatan.

Rudi juga mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata agar mengikuti aturan yang berlaku di kawasan TNBTS. Ia menekankan penggunaan api perlu diperhatikan demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.

Dampak langsung ke wisata dan pelaku jasa

Buat wisata Bromo, keputusan ini langsung terasa. Jalur yang biasanya jadi pilihan masuk dari Malang dan Lumajang sekarang tak bisa dipakai sementara. Perjalanan wisata pun mesti menyesuaikan pintu masuk yang masih dibuka, durasi kunjungan yang lebih pendek, dan pembatasan area yang boleh didatangi.

Bagi pelaku jasa wisata, kebijakan ini berarti jadwal perjalanan harus disusun ulang. Rute jeep, jam keberangkatan, hingga tujuan akhir tur tidak lagi bisa disamakan dengan kondisi normal. Sementara itu, wisatawan perlu menyiapkan perubahan rencana di lapangan, termasuk kemungkinan antrean atau penyesuaian akses di Cemoro Lawang dan Wonokitri.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan luas area yang terbakar di Blok Bantengan. Menurut dia, tim masih fokus memadamkan api. Setelah kondisi aman, barulah ada tim yang melakukan pengukuran untuk mengetahui luas dampak kebakaran.

Belum adanya data luas area terbakar membuat penanganan masih bergerak mengikuti situasi lapangan. Satu hal yang sudah pasti, akses Bromo ditutup di tiga pintu masuk utama sampai api benar-benar terkendali dan kawasan dinyatakan aman untuk kunjungan.

Rudi menegaskan kembali imbauannya agar masyarakat memperhatikan penggunaan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pesan itu jadi penting, sebab pemulihan akses wisata sangat bergantung pada cepatnya api padam dan stabilnya kondisi hutan di Blok Bantengan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda