BANGKOK — Polisi Thailand menuntut Suwicha Salaibat, 45, pemilik Na Ladprao beer hall, dengan berbagai tuduhan serius menyusul kebakaran maut yang menewaskan 37 orang pada 12 Juli lalu. Berdasarkan penyelidikan melibatkan 211 saksi, Suwicha dituduh lalai dalam pengelolaan venue hiburan dan tidak mematuhi standar keselamatan dasar.
Kepala Divisi Polisi Metropolitan 2, Pol Maj Gen Kiatikul Sonthinen, menyatakan bahwa tim penyidik telah menyelesaikan berkas kasus tujuh jilid dan merekomendasikan penuntutan ke jaksa. “Suwicha bertanggung jawab atas insiden ini sebagai individu maupun atas nama perusahaan,” ujar Pol Maj Gen Kiatikul dalam keterangan resmi.
Suwicha dihadapkan pada tuduhan pembakaran lalai yang menyebabkan kematian, kelalaian menyebabkan kematian, kelalaian menyebabkan luka berat, kelalaian menyebabkan kerugian fisik dan psikis, serta kerusakan properti. Dia juga dituntut atas operasi venue hiburan tanpa izin.
Tata Ruang Buruk Hambat Evakuasi
Investigasi mengungkapkan bahwa desain interior venue secara signifikan mempersulit upaya evakuasi. Meja-meja makan yang banyak menghalangi pergerakan pengunjung, sementara pintu darurat tercokol, terkunci, atau tidak memenuhi standar hukum yang berlaku.
“Kesaksian dari karyawan dan pengunjung menunjukkan pemilik gagal menerapkan tindakan keselamatan yang wajar dan diharapkan dari operator venue hiburan,” ungkap Pol Maj Gen Kiatikul. Tim penyelidik berhasil mengaudit 211 orang, mulai dari karyawan, pengunjung, keluarga korban, hingga ahli forensik dan pejabat terkait.
Suwicha masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Paolo Kaset dan belum dapat diperiksa. Namun, empat mitra bisnis Suwicha telah diinterogasi. Penyidik menemukan tidak ada bukti yang menghubungkan mereka dengan pengelolaan operasional venue.
Insiden Meninggalkan Jejak Duka
Kebakaran Na Ladprao pada 12 Juli mengakibatkan 37 kematian, termasuk korban yang meninggal di rumah sakit setelah kejadian. Sebanyak 77 orang lainnya menderita luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda-beda.
Dalam merespons tragedi ini, otoritas Bangkok meningkatkan inspeksi keselamatan di venue hiburan. Antara 19 Juli dan 4 Agustus, tim Administrasi Metropolitan Bangkok memeriksa 948 establishment. Dari jumlah tersebut, 209 memenuhi standar keselamatan, 632 diperintahkan melakukan perbaikan, dan 107 diperintahkan menghentikan operasi.
17 Kriteria Keselamatan Diterapkan
Inspeksi mencakup 17 kriteria keselamatan, termasuk pencegahan kebakaran, sanitasi, dan keamanan bangunan. Wakil Gubernur Bangkok Pornphrom Vikitsreth menyatakan bahwa operator akan diberi kesempatan memperbaiki kekurangan yang tidak kritis, sementara pelanggaran keselamatan serius akan menghadapi tindakan hukum.
Penuntutan terhadap Suwicha menandai langkah serius otoritas untuk memastikan akuntabilitas penuh dalam kasus yang dianggap sebagai salah satu kebakaran terburuk di venue hiburan Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.