SANTA CLARA, JOURNALARTA.COM – NVIDIA Corporation (NASDAQ: NVDA) pada Senin, 28 September 2026, mengumumkan penambahan $150 miliar ke program pembelian kembali saham (share repurchase). Dengan penambahan ini, total sisa otorisasi program buyback perusahaan mencapai $235 miliar, menjadikannya yang terbesar dalam sejarah buyback perusahaan di Amerika Serikat.
Keputusan tersebut secara signifikan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Apple, sebesar $110 miliar pada Mei 2024. Analis dari Motley Fool, Morningstar, dan Transcript Daily menyebut langkah NVIDIA ini sebagai “Peningkatan Otorisasi Buyback Terbesar dalam Sejarah.” Pengumuman ini langsung disambut positif pasar, dengan saham NVDA naik 1,68% menjadi $228,86 pada penutupan Senin, 29 September, setelah sempat menyentuh $229,11 intraday. Volume perdagangan mencapai 141,4 juta saham, jauh di atas rata-rata 106,3 juta.
Detail Otorisasi Buyback NVIDIA
Otorisasi buyback senilai $235 miliar ini bukan merupakan pembayaran tunai langsung, melainkan mandat bagi perusahaan untuk membeli kembali saham di pasar terbuka. Dari total $235 miliar, $150 miliar adalah penambahan baru, sementara sisanya merupakan otorisasi yang belum terpakai dari program sebelumnya. Jika dieksekusi penuh, jumlah ini setara dengan sekitar 4,3% dari kapitalisasi pasar NVIDIA, atau sekitar 2,8% dari saham beredar.
NVIDIA berencana melaksanakan program pembelian kembali ini hingga akhir tahun fiskal 2028, yaitu sekitar Januari 2028. Ini berarti perusahaan berpotensi membeli kembali sekitar $39 miliar saham per kuartal. Sifat otorisasi ini fleksibel; pembelian dapat disesuaikan atau diubah tergantung kondisi pasar, kebutuhan operasional, dan peluang investasi yang muncul.
Jensen Huang, CEO NVIDIA, menyatakan, “Pertumbuhan NVIDIA didorong oleh pergeseran platform sekali seumur hidup ke AI dan accelerated computing. Generasi kas kami memberikan kapasitas untuk investasi teknologi yang memajukan transformasi ini dan mengembalikan modal kepada pemegang saham. Otorisasi ini mencerminkan kepercayaan kami pada peluang jangka panjang di depan.”
Kekuatan Arus Kas NVIDIA
Langkah buyback jumbo ini memicu pertanyaan tentang sumber dananya, mengingat total otorisasi ($235 miliar) jauh melampaui saldo kas saat ini. Pada 26 Juli 2026, NVIDIA memiliki kas, setara kas, dan efek utang yang dapat dipasarkan sebesar $56,586 miliar, ditambah efek ekuitas yang dapat dipasarkan sebesar $42,8 miliar, dengan total likuiditas $99,386 miliar. Artinya, otorisasi buyback ini mencapai 2,36 kali dari total kas perusahaan saat ini.
Namun, kekuatan finansial NVIDIA terletak pada arus kas operasionalnya yang masif. Pada paruh pertama tahun fiskal 2027 (Februari-Juli 2026), perusahaan mencatat arus kas operasional sebesar $74,421 miliar. Ini menunjukkan kemampuan NVIDIA untuk menghasilkan uang tunai yang sangat kuat secara berkelanjutan. Pada periode yang sama, NVIDIA telah membeli kembali 203 juta saham senilai $39,845 miliar, yang menggunakan sekitar 53,5% dari arus kas operasionalnya. Angka ini meningkat dari $24,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2027 (yang berakhir 26 Agustus 2026) menunjukkan pendapatan $96,22 miliar, melampaui estimasi $92,27 miliar, dengan pertumbuhan 105,9% year-over-year. Laba per saham non-GAAP mencapai $2,22. Margin laba bersih perusahaan mencapai 63,66%, dengan Return on Equity (ROE) sebesar 96,04%. Segmen Data Center menyumbang $89 miliar, naik 117% year-over-year.
Strategi di Tengah Dinamika Pasar
Pengumuman buyback ini terjadi di tengah sentimen pasar yang fluktuatif, dengan kekhawatiran terkait ekspektasi AI yang tinggi, potensi regulasi, dan pengeluaran modal yang besar. Sebelumnya, pada Mei 2026, NVIDIA juga telah menambah otorisasi buyback sebesar $80 miliar dan meningkatkan dividen kuartalan dari $0,01 menjadi $0,25.
Buyback saham sering kali dianggap sebagai sinyal dari manajemen bahwa saham perusahaan dinilai undervalued. Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, laba per saham (EPS) cenderung meningkat, yang bisa mendorong kenaikan harga saham. Bagi NVIDIA, dengan dividen yang relatif kecil (0,25%), buyback menjadi cara utama untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham.
Namun, NVIDIA juga memiliki komitmen besar di masa depan, termasuk $279 miliar untuk pasokan dan kapasitas. Ini menunjukkan adanya pertimbangan antara mengembalikan modal kepada pemegang saham dan berinvestasi dalam pengembangan fasilitas AI serta chip yang krusial untuk pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Pengumuman ini menunjukkan kepercayaan kuat NVIDIA pada prospek bisnisnya ke depan, menegaskan posisi mereka sebagai pemain kunci di era AI.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.