LA CROSSE, Wis. — pemilu 2028 mulai diuji dari Wisconsin dan Michigan, lewat dua figur progresif yang bikin banyak elite Demokrat waswas: Francesca Hong dan Abdul El-Sayed. Keduanya tidak maju ke Gedung Putih, tapi langkah mereka di pertarungan statewide tahun ini dipandang sebagai tes awal untuk politik ala Bernie Sanders yang ingin mereka dorong ke 2028.
Dampaknya jelas. Jika dua kampanye ini tembus di negara bagian medan tempur, arah debat internal Demokrat bisa berubah. Kalau gagal, kubu moderat akan punya amunisi baru untuk menolak geser lebih jauh ke kiri.
Pemilu 2028 jadi arena uji bagi Demokrat
Menurut laporan Axios, pertanyaan yang menghantui Demokrat selama satu dekade masih sama: apakah Amerika siap menerima belokan penuh ke kiri, seperti yang pernah ditawarkan Sanders saat maju pada 2016. Bagi banyak tokoh lama partai, skenario itu justru menakutkan karena mereka khawatir Hong dan El-Sayed tidak cukup kuat untuk menang di pemilihan umum November.
Hong, yang menyebut diri sebagai sosialis demokratik dan maju sebagai calon gubernur Wisconsin, sementara ini memimpin jajak pendapat dengan selisih dua digit menjelang pemilihan pendahuluan Selasa. Tim partai arus utama berusaha menghentikan laju itu.
Dalam tur get-out-the-vote, Hong mengatakan kemenangan November bakal punya gema nasional.
Ia bilang, “A victory for our campaign is a victory for working-class people in Wisconsin and across the country — and it could signal to many candidates that we have common issues that we can be fighting for.”
El-Sayed mengambil nada lebih keras. Dalam wawancara dengan Politico, calon Senat Demokrat baru dari Michigan itu mendesak calon potensial 2028 untuk mengadopsi Medicare for All dan agenda populis lain. “If not, I’m going to dog you up and down the state,” katanya sambil tersenyum.
Hong dan El-Sayed menguji batas sayap kiri
Di titik ini, pertarungan mereka bukan cuma soal kursi gubernur atau Senat. Ini soal seberapa jauh Demokrat berani bergerak dari status quo. Kaum progresif berpendapat partai itu kalah dua kali dari Donald Trump bukan karena terlalu kiri, melainkan karena dipersepsikan membela sistem yang rusak. Sekarang teori itu mulai diuji di lapangan. Serius.
El-Sayed tampak lebih mudah diterima sebagian petinggi partai. Mantan pejabat kesehatan publik ini pernah berkampanye untuk menghapus ICE dan memperluas Medicare ke semua warga Amerika, tetapi kini ia mencoba menenangkan pemilih umum soal sikap imigrasi.
Dalam rapat umum pada Jumat, ia berkata, “We can have a secure border, we can enforce immigration policy, but we can do it without shooting people in the face or the back of the head.”
Meski begitu, El-Sayed tetap menjaga gaya konfrontatif yang membantunya menang di primer yang ketat. Para petinggi Demokrat yang khawatir soal perebutan kendali Senat lalu ikut memberi dukungan setelah ia menang, demi menunjukkan unti. Hong belum mendapat perlakuan serupa.
Bahkan beberapa progresif papan atas masih menjaga jarak, sementara David Crowley, Milwaukee County Executive, didukung Gubernur Wisconsin Tony Evers untuk menghentikannya.
Hong punya jalur yang lebih berliku. Mantan pemilik restoran yang kini anggota dewan negara bagian Wisconsin itu melesat lewat kampanye kecil yang fokus pada keterjangkauan harga dan moratorium pembangunan pusat data.
Tapi sorotan nasional juga membawa masalah lama ke permukaan, termasuk komentar media sosialnya yang dulu menyerukan “cancel Thanksgiving.” Saat ditanya CNN, ia terlihat serba hati-hati.
Di Wisconsin, Hong lalu mulai menyesuaikan pesannya di setiap pemberhentian kampanye. “People care about the solutions, not just slogans and labels,” katanya. Kepada Politico, ia mengakui punya “some bad takes on Twitter,” lalu menambahkan, “I’ve evolved, I’ve learned.”
Kritik lain datang dari riwayat komentar soal “defunding” polisi. Hong dan El-Sayed sama-sama sudah menarik kembali posisi itu, meniru langkah Zohran Mamdani di New York City.
Alexandria Ocasio-Cortez dalam wawancara dengan ABC menyebut Hong sudah “moved away” dari posisi lamanya, sementara Hong sendiri mengatakan ia tidak pernah mengejar dukungan Sanders maupun Ocasio-Cortez.
Axios melaporkan, justru itu yang kini diamati banyak strategi Demokrat: apakah sayap kiri partai bisa dijual ke pemilih luas tanpa kehilangan tenaga gerak awalnya.
“A victory for our campaign is a victory for working-class people in Wisconsin and across the country — and it could signal to many candidates that we have common issues that we can be fighting for,” kata Hong, menutup pesan yang ingin ia kirim ke 2028.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.