Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INFRASTRUKTUR DIGITAL

Dampak Google Ubah Play Store ke Developer Game Indonesia

Dampak Google Ubah Play Store ke Developer Game Indonesia
Google secara resmi akan mengubah sistem pembayaran di Play Store mulai 30 Juni 2026. Foto: JournalArta

Mari hitung potensinya. Seorang developer game di Indonesia dengan omzet Rp2 miliar setahun (sekitar US$125.000) akan merasakan perbedaan signifikan. Dengan sistem lama, komisi Google sekitar Rp300 juta. Namun, dengan sistem baru dan menggunakan sistem pembayaran mandiri (tidak pakai Google Play Billing), komisi yang dipotong Google hanya sekitar Rp200 juta. Penghematan bersih Rp100 juta.

Bagi pengembang dengan omzet lebih besar, misalnya Rp20 miliar setahun (sekitar US$1,25 juta), penghematan juga terasa. Sistem lama bisa memotong sekitar Rp375 juta. Sementara itu, dengan sistem baru dan billing mandiri, pemotongan Google berkurang drastis menjadi sekitar Rp150 juta. Ini berarti pengembang bisa menghemat Rp225 juta setiap tahun.

Pilihan Billing Sendiri: Peluang dan Tantangan Baru

Google kini memberikan kebebasan bagi developer untuk mengintegrasikan sistem pembayaran pihak ketiga mereka sendiri, seperti Midtrans, Xendit, Doku, Tripay, atau bahkan mengarahkan pengguna ke situs web pembayaran mereka. Ini adalah kabar baik.

“Keuntungan utama adalah tidak perlu membayar tambahan 5% billing fee kepada Google. Jika sebuah transaksi senilai Rp100.000, developer hanya membayar 10% kepada Google (Rp10.000) ditambah biaya layanan payment gateway sekitar Rp2.000-Rp3.000. Total pengeluaran menjadi Rp12.000-Rp13.000, jauh lebih hemat dibanding Rp30.000 dengan sistem lama,” kata Direktur Asosiasi Game Indonesia (AGI) [NAMA PEJABAT AGI] kepada JA_NEWS_FLASH.

Namun, opsi ini juga datang dengan tantangan. Pengembang harus siap mengelola sendiri isu-isu seperti pajak, pengembalian dana (refund), dan penolakan pembayaran (chargeback), yang sebelumnya ditangani oleh Google.

Selain itu, kebiasaan pengguna di Indonesia yang sudah akrab dengan Google Play Billing membutuhkan upaya edukasi untuk beralih ke metode pembayaran baru. Integrasi teknis juga akan lebih kompleks, memerlukan sumber daya developer dan tim Quality Assurance (QA) yang memadai.

Game-game besar seperti Mobile Legends atau Genshin Impact mungkin sudah memiliki infrastruktur untuk ini. Tetapi, bagi developer game indie, perlu perhitungan cermat antara potensi penghematan biaya versus biaya integrasi dan risiko operasional.

Program Apps Experience: Potensi Diskon Fee Lebih Lanjut

Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda