Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk Resmi Melantai di BEI, Ini Rincian Lengkap IPO-nya

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk Resmi Melantai di BEI, Ini Rincian Lengkap
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal dengan singkatan RANS, perusahaan hiburan dan media yang didirikan oleh Raffi Ahmad. Foto: JournalArta

Pada laporan keuangan tahun buku 2025, RANS mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp353,38 miliar dengan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp56,69 miliar.

Dengan kisaran harga penawaran tersebut, penilaian perusahaan atau Price Earning Ratio (PER) berada di angka 30 hingga 38 kali. Analis dari Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menilai angka tersebut masuk dalam kategori penilaian premium atau cenderung tinggi mengingat perusahaan masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki pola pertumbuhan laba yang sangat stabil.

Meskipun demikian, kehadiran RANS dianggap unik di lantai bursa karena menjadi satu-satunya emiten yang menggabungkan lini usaha media, hiburan, pengelolaan hak kekayaan intelektual, hingga ekosistem konten digital dalam satu entitas.

Struktur Kepemilikan Saham

Sebelum proses penawaran umum, struktur kepemilikan saham RANS didominasi oleh pendirinya:

– Raffi Ahmad: 78,68 persen

– Nagita Slavina: 1,24 persen

– Kaesang Pangarep: 1,14 persen

– PT Indonesia Entertainmen Grup: 9,04 persen

– Soultan Ariq Rachman: 3,43 persen

– Dony Oskaria: 3,42 persen

Setelah IPO selesai dilaksanakan, porsi kepemilikan pemegang saham utama akan menurun namun tetap menjadi pengendali:

– Raffi Ahmad: 62,93 persen

– Nagita Slavina: 0,99 persen

– Kaesang Pangarep: 0,91 persen

Salah satu risiko utama yang tercatat dalam prospektus adalah ketergantungan citra dan popularitas dari kedua pendiri utama, yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Kepatuhan Aturan Saham Beredar Bebas

Proses IPO ini sempat menjadi sorotan karena porsi saham yang dilepas ke publik hanya sebesar 20,02 persen, sedangkan peraturan BEI Nomor I-A Tahun 2026 mewajibkan perusahaan dengan kapitalisasi di bawah Rp5 triliun memiliki minimal 25 persen saham beredar bebas atau free float.

Menurut penjelasan BEI, dokumen permohonan pencatatan RANS sudah diterima sebelum tanggal 31 Maret 2026, sehingga evaluasi dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku saat itu.

Selain itu, jika digabungkan dengan kepemilikan pemegang saham lama yang memenuhi kriteria saham beredar bebas, total persentase free float setelah IPO mencapai 28,85 persen, yang sudah memenuhi dan melebihi batas ketentuan yang berlaku.

Model Bisnis dan Prospek Usaha

Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda