Materi yang akan diajarkan juga sangat praktis. Taruna bakal membina soal cara menyetrika seragam, merapikan seprei, menata lemari pakaian, menyemir sepatu, sampai menjaga kebersihan kamar asrama. Bagi siswa sekolah berasrama, kebiasaan-kebiasaan ini sering jadi hal pertama yang mereka hadapi saat masuk lingkungan baru.
Di titik inilah program pembinaan Sekolah Rakyat punya bobot lebih dari sekadar latihan kedisiplinan. Anak-anak belajar mandiri. Mereka juga belajar mengikuti aturan bersama, bangun tepat waktu, dan menjaga barang pribadi dengan rapi. Bagi pemerintah, pola ini diharapkan ikut membentuk karakter siswa sebelum mereka masuk ke materi akademik yang lebih berat.
Rencana pelibatan TNI juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menjadi salah satu payung kebijakan dalam program itu. Kehadiran aparat dan taruna di ruang pembinaan diharapkan memberi contoh kedisiplinan yang konkret, bukan sekadar imbauan.
Hingga kini, Kemensos dan Mabes TNI masih memfinalkan skema teknis. Pemerintah menargetkan program mulai berjalan pada awal Agustus 2026 selama satu pekan pada tahap awal. Bila pola ini berhasil, pembinaan serupa bisa menjadi bagian rutin dari ekosistem Sekolah Rakyat ke depan.
“Jadi kalau kemudian ke depan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2025,” kata Agus Jabo.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.