Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026: Skotlandia Masih Goyang

foto-jurnalarta-20260625-65c7a8
Klasemen 8 Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026. Foto: JournalArta

JAKARTA — Peringkat 3 terbaik Piala Dunia 2026 masih jadi penentu hidup-mati Skotlandia setelah fase grup selesai pada 30 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Tim asuhan Andy Robertson itu belum aman, meski sementara berada di jalur delapan besar peringkat ketiga.

Nasib Skotlandia kini bergantung pada hasil enam grup terakhir yang belum menuntaskan laga. Satu kemenangan tipis dari tim lain bisa langsung menggeser posisi mereka. Satu gol, satu kartu, satu selisih. Semuanya bisa berpengaruh.

Peringkat 3 terbaik Piala Dunia 2026 dan kenapa penting

Format Piala Dunia 2026 berbeda dari edisi sebelumnya. Turnamen ini diikuti 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup. Juara dan runner-up grup otomatis lolos ke 16 besar, sedangkan delapan tiket tambahan diberikan kepada peringkat 3 terbaik dari seluruh grup.

Urutan penentuan memang ketat. FIFA memakai poin sebagai acuan pertama. Jika poin sama, selisih gol dipakai. Setelah itu jumlah gol, lalu fair play, baru undian bila masih buntu. Mekanisme ini membuat tim tak bisa hanya berharap pada hasil sendiri. Mereka juga harus memantau grup lain.

Bagi Skotlandia, aturan ini terasa kejam sekaligus memberi harapan. Mereka finis dengan tiga poin dari Grup C, namun hanya mencetak satu gol dan kalah telak 0-3 dari Brasil. Selisih gol mereka -3. Itu bukan angka nyaman untuk menunggu perbandingan antarkelompok.

“Kami kecewa kalah dari Brasil, tapi tiga poin itu hasil kerja keras. Sekarang kami dukung tim lain biar kami lolos,” kata kapten Skotlandia, Andy Robertson, seperti dikutip dari pernyataannya usai fase grup rampung.

Skotlandia di batas aman, tapi rapuh

Secara sementara, Skotlandia masih masuk daftar delapan peringkat 3 terbaik. Namun posisinya paling rawan dibanding tim lain yang sudah menyelesaikan pertandingan. Mereka hanya punya tiga poin, dan selisih gol minus tiga membuat peluang mereka mudah tergeser.

Enam grup tersisa, yakni Grup G sampai L, masih menyimpan ancaman. Tim peringkat ketiga dari grup-grup itu masih bisa menyalip jika menang di laga terakhir. Bahkan kemenangan 1-0 pun cukup untuk melewati Skotlandia dalam hitungan poin dan selisih gol. Jika ada tim yang mengoleksi poin sama dengan selisih gol lebih baik, Skotlandia langsung turun.

Opta memperkirakan peluang lolos Skotlandia di angka 42 persen. Tidak buruk. Tapi juga jauh dari aman. Angka itu menggambarkan betapa tipisnya margin mereka di klasemen peringkat ketiga.

Satu hal lain memperumit situasi: produktivitas gol. Skotlandia hanya membukukan satu gol sepanjang fase grup. Dalam skenario tiebreaker FIFA, angka itu bisa jadi pembeda yang menyakitkan bila ada tim lain dengan poin dan selisih gol serupa, tetapi torehan gol lebih banyak.

Aturan FIFA bisa ubah nasib di menit akhir

Kasus seperti ini bukan barang baru. Pada Piala Dunia 2018, Senegal tersingkir karena kalah di fair play dari Jepang meski sama-sama punya poin dan selisih gol yang ketat. Artinya, kartu kuning dan kartu merah bisa ikut menentukan nasib tim. Satu pelanggaran berlebihan bisa mahal sekali.

Untuk Piala Dunia 2026, FIFA menetapkan fair play sebagai lapisan tiebreaker setelah poin, selisih gol, dan jumlah gol. Kartu kuning bernilai minus satu poin, kartu merah minus tiga. Bila skor disiplin tetap sama, undian menjadi opsi terakhir. Langka. Tapi sah.

Skotlandia sejauh ini punya catatan disiplin yang relatif bersih. Itu modal kecil, namun tetap penting. Dalam format seperti ini, detail kecil sering lebih berharga dari permainan terbuka. Tim bisa bermain bagus, tapi tetap tersingkir karena satu kartu atau satu gol yang kurang.

Jadwal penentu dan sejarah yang dikejar

Fase penentuan delapan peringkat 3 terbaik masih berlangsung hingga 3 Juli 2026. Laga Grup G, H, I, J, K, dan L akan menjadi kunci. Setelah pertandingan terakhir rampung, FIFA akan mengumumkan daftar final delapan tim yang berhak ke 16 besar.

Skotlandia hanya bisa menunggu. Tidak ada lagi laga yang bisa mereka mainkan. Mereka bergantung pada hasil tim lain, terutama dari grup yang belum selesai. Jika bertahan, mereka bisa masuk ke salah satu slot bracket yang ditentukan berdasarkan kombinasi grup asal. Lawan di 32 besar baru bisa diketahui setelah susunan final lengkap keluar.

Yang membuat situasi ini terasa besar bukan cuma angka di tabel. Skotlandia belum pernah menembus babak gugur Piala Dunia sejak pertama kali tampil pada 1954. Jika mereka lolos, itu akan jadi capaian bersejarah setelah lebih dari tujuh dekade penantian.

“Ini masih terbuka,” kata Robertson. Kalimat pendek, tapi isinya berat. Skotlandia kini menanti hasil dari luar lapangan, dan nasib mereka ditentukan oleh tuntas tidaknya enam grup terakhir di Piala Dunia 2026.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda