JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Pertamina Patra Niaga kembali memperbarui daftar harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Kabar baik bagi para pengguna kendaraan mesin diesel, harga jenis Dexlite mengalami penurunan tajam sebesar Rp3.000 menjadi Rp23.000 per liter, disusul Pertamina Dex yang merosot Rp3.100 menjadi Rp24.800 per liter.
Langkah penyesuaian ini berdampak langsung pada ongkos operasional sektor logistik dan transportasi darat di berbagai daerah. Namun, sebaliknya, pemilik kendaraan sport atau bermesin kompresi tinggi harus merogoh kocek lebih dalam karena harga Pertamax Turbo naik sebesar Rp850 menjadi Rp20.750 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat luas.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa evaluasi harga ini dilakukan secara berkala. Formulasi harga tetap mengacu pada pergerakan harga minyak mentah dunia serta rata-rata produk minyak olahan di pasar internasional.
“Penyesuaian berkala ini kami lakukan dengan tetap mematuhi formula batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah, sekaligus memastikan penyediaan energi berjalan lancar di seluruh pelosok negeri,” ujar Roberth dikutip dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.
Rincian Harga BBM Pertamina 26 Juni 2026 Wilayah Jabodetabek
Untuk kawasan DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, hingga Jawa Timur, berikut adalah daftar harga BBM Pertamina 26 Juni 2026 terbaru yang berlaku di seluruh SPBU Pertamina:
| Jenis BBM | Harga per Liter | Status Perubahan |
|---|---|---|
| Pertalite (RON 90) | Rp10.000 | Tetap |
| Biosolar | Rp6.800 | Tetap |
| Pertamax (RON 92) | Rp12.300 | Tetap |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900 | Tetap |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp20.750 | Naik Rp850 |
| Dexlite (CN 51) | Rp23.000 | Turun Rp3.000 |
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp24.800 | Turun Rp3.100 |
Daftar Harga BBM Pertamina 26 Juni 2026 untuk Wilayah Sumatera
Perbedaan tarif di luar Pulau Jawa terjadi karena adanya penyesuaian Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah, ditambah dengan faktor biaya distribusi logistik laut.
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung:
- Pertalite: Rp10.000
- Biosolar: Rp6.800
- Pertamax: Rp12.600
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Dexlite: Rp23.500
- Pertamina Dex: Rp25.350
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau:
- Pertamax: Rp12.900
- Pertamax Turbo: Rp21.650
- Dexlite: Rp24.000
- Pertamina Dex: Rp25.900
Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) Batam:
- Pertamax: Rp11.750
- Dexlite: Rp21.850
Harga BBM Pertamina Wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua
Distribusi BBM ke wilayah tengah dan timur Indonesia terus dipantau secara ketat agar tidak memicu lonjakan inflasi daerah. Berikut adalah daftar harga eceran di SPBU untuk wilayah tersebut:
Di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, Pertamax dipatok seharga Rp16.650 per liter, Dexlite seharga Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex berada di angka Rp25.350 per liter. Angka yang sama juga berlaku untuk seluruh provinsi di Pulau Sulawesi.
Sementara untuk wilayah Maluku dan Papua, harga Pertamax stabil di angka Rp16.650 per liter, Dexlite seharga Rp23.500 per liter, dan Biosolar tetap disalurkan dengan harga subsidi Rp6.800 per liter guna mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Harga BBM Subsidi Tetap Dijaga Pemerintah
Meskipun fluktuasi harga minyak mentah global terus terjadi, pemerintah berkomitmen untuk menahan harga BBM bersubsidi. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas harga bahan pokok yang sangat bergantung pada transportasi logistik massal.
Hingga saat ini, kuota pembelian harian untuk kendaraan pengguna Biosolar dan Pertalite masih diberlakukan. Sepeda motor dibatasi maksimal pembelian 7 liter per hari, sementara untuk mobil pribadi dibatasi maksimal hingga 45 liter per hari guna mencegah penimbunan.
Perbandingan dengan SPBU Swasta Juni 2026
Penurunan harga bahan bakar diesel ternyata tidak hanya dilakukan oleh badan usaha milik negara. Beberapa operator SPBU swasta juga terpantau menurunkan harga produk solar kelas berat mereka demi menjaga daya saing di pasar ritel nasional.
Sebagai contoh, Shell V-Power Diesel kini dibanderol seharga Rp24.490 per liter, turun drastis dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp30.890 per liter. Begitu pula dengan kompetitornya, BP Ultimate Diesel, yang kini dijual di angka Rp25.060 per liter dari harga sebelumnya Rp29.890 per liter. Sementara itu, Vivo Diesel Primus terpantau belum melakukan penyesuaian harga terbarunya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.