PALEMBANG, JOURNALARTA.COM – Tes Akademik SPMB Sumsel 2026 gelombang 2 dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Juni 2026 di sekolah tujuan pilihan pertama peserta. Ujian ini menjadi penentu besar karena menyumbang 50 persen nilai akhir bersama nilai rapor lima semester.
Taruhannya jelas. Peserta yang tidak siap dengan bentuk soal Computer Based Test atau CBT bisa kehilangan peluang, meski nilai rapornya selama SMP cukup kuat. Materi yang diujikan disebut berasal dari kompetensi dasar SMP kelas 7, 8, dan 9. Bukan materi SMA.
Berdasarkan draf informasi SPMB Sumsel 2026, tes akademik mencakup empat mata pelajaran wajib: Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Total soal diperkirakan sekitar 100 butir dengan waktu pengerjaan sekitar 120 menit. Artinya, peserta hanya punya waktu rata-rata sedikit lebih dari satu menit untuk membaca, menghitung, dan memilih jawaban.

Tes Akademik SPMB Sumsel: Jadwal, Sistem, dan Bobot Nilai
Pelaksanaan tes dilakukan di laboratorium komputer sekolah. Satu peserta menggunakan satu komputer. Sistem ini menuntut siswa bukan hanya menguasai materi, tapi juga terbiasa membaca soal di layar, mengatur waktu, dan menandai soal yang belum dijawab.
Nilai tes kemudian digabung dengan nilai rapor lima semester. Hasil akhirnya dipakai untuk pemeringkatan sesuai kuota sekolah. Karena kursi terbatas, selisih beberapa poin bisa menentukan apakah peserta lolos ke SMA atau SMK tujuan.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Jadwal | 22-23 Juni 2026 |
| Lokasi | Sekolah tujuan pilihan pertama |
| Sistem ujian | Computer Based Test atau CBT |
| Jumlah soal | Sekitar 100 soal |
| Durasi | Sekitar 120 menit |
| Materi | SMP kelas 7, 8, dan 9 |
| Penilaian | Nilai tes dan rapor lima semester |
Kisi-Kisi Matematika dan IPA
Matematika biasanya menjadi mapel yang paling banyak menyita waktu. Peserta perlu menguasai operasi bilangan, FPB dan KPK, bilangan berpangkat, bentuk akar, bentuk aljabar, SPLDV, pertidaksamaan, serta persamaan kuadrat dasar.
Materi geometri juga perlu diperhatikan. Luas bangun datar, volume kubus dan balok, teorema Pythagoras, serta kesebangunan kerap muncul dalam bentuk soal cerita. Contohnya sederhana, tapi butuh ketelitian: menghitung volume kolam berbentuk balok dengan panjang 4 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 1,5 meter.
Bagian statistika mencakup mean, median, modus, diagram batang, diagram lingkaran, dan peluang sederhana. Soal model HOTS bisa memakai konteks diskon, debit air, skala peta, atau perbandingan dalam kegiatan sehari-hari. Jangan terkecoh kalimat panjang. Cari datanya dulu.
Untuk IPA, cakupannya gabungan Biologi, Fisika, dan Kimia. Pada Biologi, peserta perlu membaca ulang sistem organ manusia, ekosistem, pencemaran lingkungan, pewarisan sifat Mendel dasar, serta perbedaan virus dan bakteri.
Fisika menuntut pemahaman gerak lurus, gaya, tekanan, suhu dan kalor, listrik dinamis sederhana, serta energi. Di Kimia, materi yang perlu dikuasai meliputi sifat zat, unsur, senyawa, campuran, reaksi sederhana, asam, basa, dan garam.
Ada satu pola yang perlu diwaspadai: soal eksperimen. Peserta biasanya diminta membaca grafik, tabel data, lalu menarik simpulan. Salah melihat sumbu grafik bisa berujung jawaban keliru. Kecil, tapi fatal.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.