PALEMBANG, JOURNALARTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kota Palembang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca Palembang dari tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2026, ibu kota Sumatera Selatan ini masih dibayangi potensi hujan lebat disertai petir pada siang hingga sore hari, dengan indeks ultraviolet (UV) yang mencapai kategori ekstrem.
Kombinasi cuaca ini berpotensi memicu sejumlah dampak buruk di lapangan. Mulai dari jalanan yang licin, pohon tumbang, genangan air di dataran rendah, hingga risiko kesehatan kulit akibat paparan sinar matahari yang sangat menyengat pada siang hari sebelum hujan turun.
Detail Cuaca Palembang Sepekan ke Depan
Data terbaru dari BMKG menunjukkan fluktuasi cuaca yang cukup kontras di Palembang. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius, namun kelembapan yang tinggi membuat udara terasa lebih gerah dari biasanya.
| Hari, Tanggal | Prakiraan Cuaca | Suhu Udara | Potensi Hujan | UV Index | Kecepatan Angin |
|---|---|---|---|---|---|
| Jumat, 26 Juni | Hujan Ringan | 24-34°C | 30% | 11 (Ekstrem) | Tenggara 15 km/jam |
| Sabtu, 27 Juni | Hujan Sedang | 24-33°C | 40% | 10 (Sangat Tinggi) | Tenggara 12 km/jam |
| Minggu, 28 Juni | Hujan Petir | 24-33°C | 40% | 8 (Sangat Tinggi) | Timur Tenggara 12 km/jam |
| Senin, 29 Juni | Hujan Petir | 24-33°C | 50% | 11 (Ekstrem) | Timur Tenggara 11 km/jam |
| Selasa, 30 Juni | Hujan Petir | 24-32°C | 50% | 9 (Sangat Tinggi) | Tenggara 10 km/jam |
| Rabu, 1 Juli | Berawan Tebal | 24-32°C | 20% | 9 (Sangat Tinggi) | Tenggara 11 km/jam |
| Kamis, 2 Juli | Berawan Sebagian | 24-33°C | 10% | 11 (Ekstrem) | Tenggara 12 km/jam |
Siklus harian menunjukkan bahwa hujan dan badai petir lokal paling rawan terjadi pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Pertumbuhan awan konvektif yang cepat dipicu oleh pemanasan daratan yang intensif sejak pagi hari.
Wilayah Sumatera Selatan yang Masih Rawan Hujan Petir
BMKG juga merilis peringatan dini untuk sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Cuaca Palembang yang tidak menentu ini juga terjadi di wilayah penyangga dan kabupaten tetangga karena pergerakan awan konvektif yang dinamis.
Beberapa wilayah yang wajib waspada antara lain Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Prabumulih. Di wilayah-wilayah ini, potensi angin kencang sesaat sebelum hujan turun bisa memicu kerusakan pada baliho atau pohon tua di tepi jalan.
Bahaya Paparan UV Index Ekstrem
Meskipun potensi hujan cukup tinggi di sore hari, paparan sinar matahari pada tengah hari tidak boleh diremehkan. Indeks UV yang mencapai angka 11 masuk dalam kategori ekstrem.
Kulit yang tidak terlindungi sunscreen minimal SPF 50 dapat terbakar hanya dalam waktu 10 hingga 15 menit saja di bawah terik matahari langsung. Warga yang sering beraktivitas di luar ruangan seperti di kawasan Pasar 16 Ilir disarankan untuk menggunakan topi lebar, kacamata hitam, dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.
Penyebab Kemarau Basah di Sumsel
Fenomena hujan di tengah periode yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau ini dipicu oleh dinamika atmosfer regional yang basah. Kondisi ini membuat kelembapan udara di lapisan atas tetap tinggi.
“Gelombang atmosfer Kelvin terpantau masih aktif melintasi wilayah Sumatera Selatan. Ditambah lagi adanya pola sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra yang menarik massa uap air, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan pada sore hari,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar rumah guna menghindari genangan air dan kemacetan lalu lintas.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.