Jumat, 26 Juni 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Lukashenko Peringatkan Ukraina Agar Tidak Seret Belarus ke Perang

Patroli militer di perbatasan luar Belarus mengantisipasi upaya seret Belarus ke perang.
Presiden Belarus Alexander Lukashenko beri peringatan keras agar Ukraina tidak seret Belarus ke perang, sebut karakter konflik bisa berubah instan. (Ilustrasi: AI)

MINSK — Presiden Belarus Alexander Lukashenko melayangkan peringatan keras kepada Ukraina untuk tidak mencoba menyeret negaranya ke dalam pusaran perang yang tengah berkecamuk. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara, di mana saling tuduh mengenai aktivitas militer kian intensif.

Sikap tegas Belarus ini berpotensi mengubah peta konflik di Eropa Timur secara drastis jika eskalasi terus meningkat. Langkah Minsk yang merapat erat ke Moskow selama ini telah memicu kekhawatiran global bahwa front pertempuran baru dapat terbuka di utara Ukraina, yang akan berdampak langsung pada stabilitas keamanan regional dan pasokan energi Eropa.

Lukashenko Sebut Karakter Perang Bisa Berubah Instan

Lukashenko mengungkapkan bahwa utusan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat mendatangi Minsk baru-baru ini untuk melakukan pembicaraan. Dalam pertemuan tersebut, Lukashenko menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk memerangi rakyat Ukraina, namun meminta Kyiv tidak memprovokasi negaranya.

“Saya katakan kepada mereka secara blak-blakan: ‘Teman-teman, beri tahu presiden Anda: jika dia pikir dia bisa berbicara dengan kami seperti itu — dan menyeret kami ke dalam perang — maka dia harus paham bahwa karakter perang akan berubah seketika,'” ujar Lukashenko dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Belarus, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Menurut Lukashenko, pihak Ukraina mengaku memahami pesan tersebut dan sepakat untuk mencari titik temu. Namun, hingga kini belum ada komentar resmi dari Kyiv mengenai klaim pertemuan atau pernyataan Lukashenko ini.

Saling Tuding Infrastruktur Militer di Perbatasan

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky justru menyoroti aktivitas mencurigakan di wilayah Belarus. Melalui saluran Telegram miliknya setelah bertemu dengan Kepala Intelijen Luar Negeri Oleh Luhovskyi, Zelensky menyebut Belarus sedang memperkuat infrastruktur militer yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

“Belarus tahu langkah apa yang diperlukan dari pihak mereka untuk perdamaian. Pembangunan infrastruktur perbatasan untuk agresi dari Belarus harus dihentikan,” tulis Zelensky. Ia menuduh Minsk meningkatkan kualitas jalan di area perbatasan serta membangun fasilitas penyimpanan amunisi dan bahan bakar baru.

Ketegangan ini juga dipicu oleh aksi saling klaim terkait gangguan sinyal militer. Zelensky sebelumnya mengancam akan melumpuhkan stasiun relai sinyal di Belarus yang dituding membantu navigasi drone Rusia untuk menggempur Ukraina. Pekan ini, Zelensky mengeklaim stasiun-stasiun tersebut telah berhenti beroperasi, meski belum ada konfirmasi independen yang memvalidasi klaim tersebut.

Kremlin Bantah Tekan Belarus untuk Perluas Konflik

Sementara itu, Moskow langsung pasang badan membela sekutu terdekatnya. Istana Kremlin membantah keras laporan media Barat, Wall Street Journal, yang menyebut Rusia berencana menggunakan wilayah Belarus sebagai batu loncatan baru untuk meningkatkan serangan ke Ukraina.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa laporan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan realitas yang ada di lapangan. Peskov menyatakan bahwa hubungan bilateral kedua negara sangat solid dan Belarus tetap menjadi mitra strategis utama Rusia.

Menteri Pertahanan Belarus, Viktor Khrenin, justru menuding pihak Barat dan NATO yang sengaja memanaskan situasi di perbatasan mereka. Khrenin menyebut peningkatan anggaran militer negara tetangga dan retorika militeristik dari politisi Barat sebagai ancaman nyata.

“Upaya sedang dilakukan untuk memperpanjang, dan bahkan memperluas, konflik panas yang dilepaskan oleh Barat di Ukraina. Hari ini, kami sangat menyadari adanya upaya terang-terangan untuk menyeret Belarus ke dalam perang,” tegas Khrenin di hadapan para perwira militer yang baru lulus.

Walau Lukashenko belum mengirimkan tentaranya secara langsung ke medan tempur, ia sebelumnya mengizinkan wilayah Belarus digunakan Rusia sebagai jalur invasi darat pada tahun 2022. Belarus juga menampung rudal nuklir taktis Rusia dan rutin menggelar latihan militer bersama yang membuat negara-negara tetangga anggota NATO tetap dalam posisi siaga tinggi.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda