Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Suku Bunga Fed Bertahan Akibat Inflasi AS Masih Tinggi

Grafik pergerakan inflasi Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan Suku Bunga Fed
Kebijakan Suku Bunga Fed diperkirakan bertahan lama setelah inflasi AS Mei menyentuh 3,4 persen. (Ilustrasi: AI)

Menurut proyeksi Williams, inflasi AS diperkirakan melosot ke level 3,5 persen pada akhir tahun ini dari posisi sebelumnya di atas 4 persen. Dia meyakini angka ini akan terus meluncur turun menuju target ideal Bank Sentral sebesar 2 persen secara bertahap. Namun, jalan menuju target tersebut dipastikan berliku dan memakan waktu tidak sebentar.

## Dampak Ganda Bagi Rupiah dan Suku Bunga BI

Bagi Indonesia, ketatnya Suku Bunga Fed memicu efek domino yang membebani perekonomian nasional. Tekanan ini memaksa Bank Indonesia (BI) untuk ikut mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level tinggi demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Imbasnya, sektor riil harus bersiap menghadapi bunga kredit perbankan yang tetap mahal.

Pelaku industri properti dan otomotif menjadi pihak yang paling rentan terkena dampak lesunya penyaluran kredit akibat kebijakan ini. Konsumen cenderung menahan diri untuk mengambil pembiayaan baru di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, pemerintah juga harus membayar imbal hasil yang lebih tinggi saat menerbitkan surat utang baru untuk membiayai APBN.

## Arah Kebijakan Suku Bunga Fed Berikutnya

Pasar finansial global sempat berspekulasi adanya potensi kenaikan Suku Bunga Fed pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mendatang. Namun, Goolsbee enggan berkomitmen mengenai langkah taktis yang akan diambilnya nanti dan memilih bersikap fleksibel melihat perkembangan data ekonomi terbaru.

Ia justru mendukung penuh langkah komunikasi yang lebih terukur untuk mengurangi kebiasaan memberi sinyal kebijakan ke depan secara berlebihan kepada publik. Langkah ini dinilai sering memicu spekulasi liar di lantai bursa.

“Mari kita sederhanakan, kurangi memberikan panduan masa depan yang terlalu spesifik. Tidak perlu berspekulasi berlebihan mengenai jalur suku bunga,” tambah Goolsbee.

Kini perhatian pelaku pasar tertuju pada pertemuan FOMC bulan depan. Data dari CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar mulai realistis dengan mayoritas memprediksi The Fed akan menahan suku bunga di level 5,25-5,50 persen, sembari menunggu momentum yang tepat untuk mulai melonggarkan kebijakan moneter paling cepat pada akhir tahun.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda