PALEMBANG, JOURNALARTA.COM – Harga beras cabai telur di Palembang pada 26 Juni 2026 masih bergerak campur aduk. Cabai rawit merah tetap paling mahal, sementara telur ayam dan beras relatif stabil di bawah batas harga acuan yang dipantau pedagang dan PIHPS Bank Indonesia.
Pergerakan harga ini terasa langsung di kantong warga. Selisih antarpasar masih lebar, terutama untuk cabai rawit, cabai merah keriting, dan ayam potong. Di Pasar 26 Ilir dan Pasar KM 5, pedagang menyebut harga bisa beda tipis antarlapak, tergantung stok dan kualitas barang.
Daftar harga beras cabai telur hari ini
Data pantauan yang dihimpun dari PIHPS Bank Indonesia dan pedagang eceran di Palembang menunjukkan komoditas pangan pokok masih berada di rentang yang beragam. Cabai rawit merah tercatat paling tinggi di kelompok cabai, sedangkan beras medium terpantau stabil.
| No | Komoditas | Harga rata-rata nasional | Pantauan Palembang | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Cabai rawit merah | Rp69.750/kg | Rp62.000-Rp65.000/kg | Paling mahal di kelompok cabai |
| 2 | Cabai merah keriting | Rp56.150/kg | Rp50.000/kg | Turun dari Rp60.000 pasca-Lebaran |
| 3 | Telur ayam ras | Rp29.750/kg | Rp29.000/kg | Di bawah HET Rp30.000 |
| 4 | Daging ayam ras/potong | Rp37.200/kg | Rp35.000-Rp38.000/kg | Turun dari Rp38.000 pasca-Lebaran |
| 5 | Bawang merah | Rp50.950/kg | Rp44.000/kg | Turun dari Rp48.000 |
| 6 | Bawang putih | Rp43.600/kg | Rp32.000/kg | Stabil sejak Lebaran |
| 7 | Beras medium | Rp16.250/kg | Rp14.607/kg | Stok aman |
Catatan pengambilan data Palembang berasal dari Pasar 26 Ilir pada 29 Mei 2026 dan Pasar KM 5 pada 12 Februari 2026, sedangkan angka nasional mengacu pada pantauan PIHPS BI per 26 Juni 2026.
Kenapa cabai masih mahal
Cabai rawit merah belum turun jauh dari posisi tinggi. Di pasar Palembang, harga sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram setelah Lebaran. Pedagang menyebut cuaca hujan membuat panen terlambat, sementara distribusi dari sentra produksi di Jawa juga belum sepenuhnya lancar.
Harga cabai yang bertahan di level atas penting karena komoditas ini paling cepat memengaruhi biaya belanja harian. Begitu harga cabai naik, rumah tangga biasanya langsung mengubah pola belanja. Ada yang mengurangi porsi, ada yang beralih ke cabai merah keriting yang lebih murah.
“Cabai rawit memang masih tinggi karena pasokan belum normal. Kalau cuaca membaik, biasanya harga ikut turun,” kata seorang pedagang di kawasan Pasar 26 Ilir yang memantau pergerakan barang harian.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.