JAKARTA — GPT-5.6 Sol, model AI terbaru dan paling kuat dari OpenAI, tidak langsung dibuka ke publik. Perusahaan itu memilih merilisnya bertahap setelah permintaan pemerintah Amerika Serikat, dengan akses awal hanya untuk pelanggan yang lebih dulu lolos persetujuan pemerintah.
Langkah ini menandai perubahan penting dalam cara model AI canggih diluncurkan. Bukan cuma soal fitur baru. Bagi industri, keputusan itu memperlihatkan bahwa kemampuan AI tingkat depan kini ikut masuk ke wilayah keamanan nasional.
GPT-5.6 Sol, model paling kuat OpenAI
OpenAI menyebut GPT-5.6 Sol sebagai model andalan dalam keluarga model baru yang juga berisi Terra, versi yang lebih efisien, dan Luna, model yang lebih murah. Dalam penjelasannya, perusahaan mengatakan Sol mampu menyelesaikan sekitar 50 persen tugas profesional jangka panjang dan mencetak hasil tertinggi di antara model OpenAI sebelumnya untuk kemampuan coding.
Di titik ini, fokus OpenAI bukan cuma kecepatan. Sol juga dirancang untuk pekerjaan yang butuh penalaran panjang. Perusahaan menyiapkan dua mode baru, yakni “max” dan “ultra”, yang memberi waktu lebih panjang bagi model untuk berpikir dan mengoordinasikan agen untuk tugas tertentu.
OpenAI menargetkan ketiga model itu tersedia lebih luas dalam beberapa pekan ke depan. Tetapi untuk tahap awal, pintunya sempit. Sangat sempit.
Kenapa akses dibatasi pemerintah AS
The Information lebih dulu melaporkan bahwa pemerintahan Trump meminta OpenAI menunda peluncuran penuh karena alasan keamanan. OpenAI lalu mengonfirmasi bahwa mereka membuka pratinjau terbatas untuk sekelompok kecil mitra tepercaya, dengan daftar nama yang dibagikan kepada pemerintah AS.
Perusahaan menyebut langkah itu sebagai proses sukarela dalam kerja sama yang sudah berjalan dengan pemerintah. Namun OpenAI juga menegaskan tidak ingin model akses seperti ini menjadi standar jangka panjang.
“Kami melakukan langkah jangka pendek ini karena kami yakin itu adalah jalan terkuat menuju ketersediaan yang lebih luas dalam beberapa pekan ke depan,” tulis OpenAI dalam blog resminya. Perusahaan menambahkan bahwa mereka sedang bekerja dengan pemerintahan Trump untuk membangun kerangka kerja perintah eksekutif siber dan proses berulang bagi peluncuran model di masa depan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.