Sabtu, 27 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Stok BBM subsidi Lumajang aman meski permintaan meningkat

Stok BBM subsidi di SPBU Lumajang masih aman
Stok BBM subsidi Lumajang dipastikan aman di 19 SPBU meski permintaan naik karena panen tebu dan pergeseran konsumsi. (Ilustrasi: AI)

LUMAJANG — Stok BBM subsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan aman meski permintaan naik di sejumlah SPBU. Pemkab Lumajang memantau distribusi biosolar dan pertalite di 19 SPBU untuk menjaga pasokan tetap cukup bagi warga.

Pelaksana Harian Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang Aksanul Inam mengatakan pemantauan dilakukan bukan hanya untuk melihat penyaluran di lapangan, tetapi juga untuk membaca perubahan kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu.

“Monitoring distribusi BBM tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi penyaluran di setiap SPBU, tetapi juga menjadi dasar untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan Pertamina apabila diperlukan,” kata Aksanul dalam keterangannya di Lumajang, Sabtu.

Stok BBM subsidi dipantau di 19 SPBU

Menurut Aksanul, hasil pemantauan pada Jumat, 26 Juni, menunjukkan stok pertalite dan biosolar masih tersedia di seluruh SPBU yang diperiksa. Jumlahnya memang berbeda-beda. Itu wajar.

Untuk pertalite, stok yang tercatat berkisar dari sekitar 1.200 liter hingga lebih dari 34 ribu liter. Sementara biosolar berada di kisaran sekitar 1.300 liter sampai 30 ribu liter, tergantung kapasitas tangki, jadwal pengiriman, dan tingkat konsumsi di tiap wilayah.

Ia menegaskan data lapangan seperti ini penting agar pemerintah daerah punya gambaran aktual, bukan sekadar asumsi. Jika ada lonjakan permintaan, Pemkab Lumajang bisa lebih cepat berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU lain.

“Monitoring dilakukan agar kami memiliki data aktual mengenai kondisi penyaluran BBM. Data tersebut menjadi dasar koordinasi apabila terdapat peningkatan kebutuhan di lapangan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Permintaan naik karena panen tebu dan pergeseran konsumsi

Kebutuhan pertalite dan biosolar di Lumajang ikut bergerak karena beberapa faktor yang terjadi bersamaan. Salah satunya, perubahan pola konsumsi masyarakat. Faktor lain datang dari aktivitas ekonomi yang meningkat saat musim panen tebu.

Di lapangan, kenaikan permintaan pertalite disebut ikut dipengaruhi oleh naiknya harga Pertamax dan Pertamina Dex. Sejumlah konsumen kemudian beralih ke BBM yang lebih terjangkau. Pergerakan seperti ini lazim terjadi saat selisih harga antarjenis BBM melebar.

Untuk biosolar, tekanan permintaan datang dari sektor usaha dan transportasi yang mendukung panen tebu sejak Mei. Truk pengangkut dan kendaraan operasional lapangan membuat konsumsi solar subsidi ikut terangkat. Bagi daerah penghasil tebu, ini bukan isu kecil.

Pasokan BBM subsidi yang lancar ikut menentukan ritme ekonomi harian warga. Kalau distribusi tersendat, dampaknya cepat terasa: antrean panjang di SPBU, biaya angkut naik, dan aktivitas usaha ikut melambat.

SPBU Pasirian dan Labruk ikut diawasi

Dalam pemantauan itu, Pemkab Lumajang juga mencatat dua SPBU yang sedang menjalani pekerjaan teknis. SPBU Pasirian masih dalam masa rehabilitasi hingga 30 Juni 2026, sedangkan SPBU Labruk tengah memperbaiki sistem digitalisasi.

Kedua kondisi tersebut ikut masuk dalam pengawasan pemerintah daerah. Tujuannya sederhana: pelayanan masyarakat di wilayah sekitar tidak boleh terganggu terlalu lama. Koordinasi dengan Pertamina dan SPBU lain terus disiapkan sebagai cadangan layanan.

Aksanul menekankan variasi stok antar-SPBU bukan masalah yang aneh. Setiap SPBU punya kapasitas tangki berbeda, jadwal suplai berbeda, dan konsumsi harian yang juga tidak sama. Karena itu, evaluasi harus melihat keseluruhan jaringan distribusi.

“Evaluasi dilakukan dengan melihat kondisi distribusi secara menyeluruh, bukan hanya pada satu SPBU. Pemkab Lumajang akan terus melaksanakan monitoring secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pihak,” kata dia.

Kenapa stok BBM subsidi Lumajang penting bagi warga

Bagi warga Lumajang, kabar stok BBM subsidi aman berarti ada ruang bernapas untuk mobilitas harian. Petani bisa mengangkut hasil panen, sopir angkutan tetap bekerja, dan pelaku usaha kecil tidak langsung terbebani biaya tambahan akibat gangguan pasokan.

Di daerah seperti Lumajang, distribusi BBM bukan hanya urusan energi. Ini menyentuh pasar tradisional, logistik hasil bumi, layanan publik, sampai kegiatan keluarga yang bergantung pada kendaraan roda dua dan roda empat.

Pemkab Lumajang juga mengingatkan masyarakat agar memakai BBM subsidi sesuai peruntukan. Pesan ini muncul di saat permintaan sedang naik, sehingga pengawasan menjadi makin penting. Kalau penyaluran tidak dijaga, risiko penumpukan di satu titik dan kekosongan di titik lain bisa muncul cepat.

Dengan pemantauan berkala, pemerintah daerah berharap stok BBM subsidi tetap terjaga dan penyaluran di 19 SPBU berjalan lancar. Untuk saat ini, indikator terpenting masih sama: pasokan ada, distribusi diawasi, dan kebutuhan warga belum terganggu.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda