JEPANG, JOURNALARTA.COM – Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo awal 6,1 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Minggu pagi. Kejadian ini terjadi hanya beberapa hari setelah gempa lebih besar mengguncang kawasan yang sama.
Menurut keterangan resmi JMA, gempa terjadi pada pukul 05.21 waktu setempat. Pusat gempa terletak di perairan Samudra Pasifik, lepas pantai Prefektur Iwate, pada kedalaman sekitar 40 kilometer. Pihak JMA menegaskan tidak mengeluarkan peringatan tsunami menyusul guncangan tersebut.
Wilayah yang Merasakan Guncangan
Intensitas guncangan tercatat mencapai skala bawah 5 dalam skala pengukuran seismik Jepang (yang memiliki rentang tertinggi hingga 7). Tingkatan ini dirasakan di sejumlah wilayah di Prefektur Aomori dan Iwate. Meskipun cukup terasa, guncangan belum mencapai tingkat yang berpotensi merusak bangunan secara parah.
Kondisi Fasilitas Nuklir Aman
Pemeriksaan segera dilakukan terhadap infrastruktur penting di wilayah tersebut. Berikut laporan kondisinya:
1. Tohoku Electric Power Co.: Tidak ditemukan kondisi tidak normal pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Higashidori di Aomori maupun PLTN Onagawa di Miyagi.
2. Japan Nuclear Fuel Ltd.: Fasilitas pengolahan ulang bahan bakar nuklir di Rokkasho, Aomori, juga beroperasi dengan lancar tanpa gangguan apa pun.
Konteks: Gempa Susulan Setelah Kejadian Sebelumnya
Gempa hari ini terjadi hanya empat hari setelah gempa berkekuatan M 7,2 mengguncang kawasan yang sama pada Kamis dini hari. Gempa sebelumnya juga berpusat di lepas pantai Iwate dengan kedalaman 44 kilometer.
Dampak dari gempa M 7,2 tersebut tercatat:
- Sekurang-kurangnya 10 orang terluka
- Layanan kereta cepat Shinkansen terganggu sementara
- Sejumlah sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar sebagai langkah pencegahan
Saat itu, JMA telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama satu pekan ke depan, mengingat masih ada kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan intensitas hingga skala di atas 6.
Pertanyaan Umum Seputar Gempa Jepang
Q: Apakah ada risiko tsunami setelah gempa ini?
A: Tidak. JMA secara resmi menyatakan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Q: Seberapa parah guncangan yang dirasakan?
A: Mencapai skala bawah 5, cukup terasa namun belum menimbulkan kerusakan besar.
Q: Apakah pembangkit listrik nuklir aman?
A: Ya, pemeriksaan langsung memastikan tidak ada gangguan atau kerusakan pada fasilitas nuklir di wilayah tersebut.
Q: Apakah ini gempa susulan?
A: Kemungkinan besar merupakan rangkaian gempa susulan setelah kejadian M 7,2 beberapa hari sebelumnya.
Sumber: Kyodo-OANA, Badan Meteorologi Jepang (JMA), 28 Juni 2026
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.