Minggu, 28 Juni 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Jepang, Warga Iwate Waspada Longsor

Gempa bumi magnitudo 6,1 guncang Jepang di kawasan Iwate
Gempa magnitudo 6,1 guncang Jepang di lepas pantai Prefektur Iwate pada Minggu pagi. (Ilustrasi: AI)

TOKYO — Ancaman bencana ganda kini menghantui warga di pesisir timur laut menyusul aktivitas tektonik yang terus bergejolak. Peristiwa gempa magnitudo 6,1 guncang Jepang pada Minggu (28/6/2026) pagi sekitar pukul 07.25 waktu setempat, membuat warga di Prefektur Iwate dan sekitarnya berhamburan keluar rumah guna menyelamatkan diri.

Guncangan kuat ini memicu kekhawatiran baru di tengah cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah tersebut. Dampak langsung dari getaran ini sangat dirasakan oleh pengguna transportasi publik, di mana operasional kereta cepat Shinkansen rute Tohoku sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan jalur rel.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa pusat getaran berada di lepas pantai Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 40 kilometer. Guncangan ini terasa cukup kuat hingga ke wilayah Prefektur Aomori dan beberapa daerah di sekitarnya. Beruntung, otoritas setempat memastikan tidak ada ancaman gelombang tsunami akibat aktivitas seismik ini.

Dampak Gempa dan Ancaman Longsor Susulan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang masif akibat guncangan tersebut. Meski demikian, situasi di lapangan tetap memicu kekhawatiran tinggi bagi warga setempat.

Masalahnya, wilayah timur laut Jepang saat ini sedang memasuki musim badai dengan curah hujan tinggi. Kombinasi antara tanah yang jenuh air akibat hujan lebat dan guncangan gempa berulang meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor di kawasan perbukitan Iwate. Retakan-retakan baru pada struktur tanah di lereng gunung kini menjadi fokus pengawasan ketat aparat keamanan.

“Kami langsung mengirimkan tim teknis ke area perbukitan di Iwate utara. Tanah di sana sangat labil karena hujan turun tanpa henti sejak tiga hari lalu,” ujar Kenji Sato, Kepala Divisi Mitigasi Bencana Prefektur Iwate.

Perdana Menteri Jepang menyatakan bahwa pemerintah pusat segera memantau situasi dengan saksama lewat tim tanggap darurat. Petugas penyelamat di lapangan juga meningkatkan patroli di titik-titik rawan longsor untuk mengantisipasi pergerakan tanah yang tiba-tiba. Warga yang tinggal di dekat lereng curam diimbau untuk mengungsi mandiri ke fasilitas olahraga terdekat yang dinilai lebih aman.

Rentetan Gempa Beruntun dalam Sepekan

Negara kepulauan ini memang sedang diguncang rentetan aktivitas tektonik yang intens selama beberapa hari terakhir. Gempa magnitudo 6,1 guncang Jepang pada hari Minggu ini terjadi hanya berselang tiga hari setelah gempa kuat bermagnitudo 7,2 melanda wilayah yang berdekatan pada Kamis (25/6/2026). Rentetan kejadian ini membuat struktur bangunan di wilayah pesisir mengalami kelelahan material yang cukup mengkhawatirkan.

Tak hanya itu, pada Jumat (26/6/2026), gempa bermagnitudo 5,6 juga sempat menggetarkan Prefektur Yamanashi, kawasan wisata yang berada di dekat Gunung Fuji sebelah barat Tokyo. JMA memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena gempa susulan dengan kekuatan signifikan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami meminta warga di daerah terdampak untuk tetap tenang namun waspada, terutama terhadap potensi jatuhnya benda-benda dari ketinggian dan bahaya longsor di area lereng,” ujar perwakilan Badan Meteorologi Jepang dalam konferensi pers resminya di Tokyo.

Pemerintah daerah kini memperketat pemeriksaan pada reaktor nuklir di sepanjang pantai timur laut, termasuk pembangkit listrik yang sudah tidak aktif, untuk memastikan tidak ada kebocoran radiasi sekecil apa pun akibat rentetan guncangan ini. Pengawasan ketat diproyeksikan bakal terus berjalan hingga akhir pekan depan seiring prediksi cuaca buruk yang masih akan bertahan di wilayah Iwate dan sekitarnya.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram