Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI Untuk Memerangi Penipuan Identitas 1782651993

Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan I…
Prefektur Osaka di Jepang meluncurkan polisi wanita berbasis AI bernama AIko untuk membantu memerangi penipuan identitas, menurut laporan Kyodo News pada 27 …. (Ilustrasi: AI)

TOKYO — Prefektur Osaka di Jepang meluncurkan polisi wanita berbasis AI bernama AIko untuk membantu memerangi penipuan identitas, menurut laporan Kyodo News pada 27 Juni. Karakter digital ini akan tampil dalam video YouTube yang menjelaskan cara kerja penipuan penyamaran identitas dan bagaimana warga bisa menghindarinya.

Langkah itu muncul ketika kasus penipuan identitas makin sering terjadi di Jepang. Otoritas setempat memilih cara yang tidak biasa: bukan sekadar poster peringatan atau selebaran, melainkan sosok polisi virtual yang dibuat dengan kecerdasan buatan agar pesan pencegahan terasa lebih dekat, mudah dibagikan, dan gampang dipahami lintas usia.

AIko dipakai untuk menjangkau warga yang mudah lengah

AIko bukan polisi sungguhan, tentu saja. Ia adalah figur buatan yang diposisikan sebagai kepala polisi wanita dari Prefektur Osaka. Tugasnya sederhana tapi penting: memberi penjelasan singkat, langsung, dan visual tentang modus penipuan yang sering meniru identitas orang lain, entah lewat pesan singkat, telepon, maupun akun palsu di dunia maya.

Model seperti ini dipilih karena penipuan identitas sering memanfaatkan kepercayaan korban. Pelaku bisa berpura-pura jadi pegawai bank, petugas pemerintah, anggota keluarga, atau rekan kerja. Begitu korban panik, mereka biasanya terburu-buru mengirim data pribadi, kode verifikasi, atau uang. Di titik itu, kerugian sering sudah terjadi.

Dengan AIko, pesan pencegahan dibuat lebih mudah dicerna. Video pendek di YouTube memberi ruang bagi polisi untuk menjelaskan pola-pola penipuan yang berulang, lalu menekankan langkah sederhana: jangan buru-buru percaya, periksa ulang nomor atau akun pengirim, dan jangan serahkan data sensitif hanya karena permintaan terdengar mendesak.

Kenapa Prefektur Osaka memilih pendekatan AI

Jepang punya populasi yang besar dan beragam, dari anak muda yang akrab dengan ponsel sampai warga lanjut usia yang justru sering jadi sasaran empuk pelaku penipuan. Di situ letak masalahnya. Peringatan yang sama belum tentu mempan untuk semua orang. Kadang, cara lama terasa datar. Lewat AI, pesan itu dibungkus dengan format yang lebih akrab bagi generasi yang tumbuh bersama video pendek dan media sosial.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda