MINNEAPOLIS — Hunter Goodman membuat Minnesota Twins kerepotan sepanjang Sabtu waktu setempat. Pemain serbabisa Colorado Rockies itu mencetak tiga home run dan mengemas lima RBI saat timnya menang 8-5 di kandang Twins.
Kemenangan ini penting untuk Rockies yang baru saja kalah dramatis sehari sebelumnya. Goodman datang panas, lalu benar-benar meledak di Target Field. Dua pukulan pertamanya langsung mendarat mulus di bangku penonton. Yang terakhir? Masuk lagi di inning ketujuh, saat tekanan sedang naik.
Hunter Goodman langsung menghukum Mike Paredes
Goodman, yang turun sebagai designated hitter, membuka pesta pukulan dengan solo homer pada inning pertama. Bola terbang jauh ke dek ketiga sisi kiri, dengan estimasi Statcast 428 kaki. Di at-bat keduanya, pada inning ketiga, ia kembali menghajar bola sejauh sekitar 428 kaki ke area bullpen kiri-tengah.
Twins starter Mike Paredes tampak tak punya jawaban. Goodman membaca lemparan dengan tenang, lalu memukul keras tanpa banyak basa-basi. Dua ayunan. Dua angka. Suasana stadion sempat mendadak senyap.
“Saat Goody mulai panas, dia akan tetap panas cukup lama,” kata manajer Rockies Warren Schaeffer. “Dia pemain yang sangat sulit ditangkap out.”
Home run ketiga jadi pukulan penentu
Setelah grounded out pada inning kelima, Goodman kembali muncul saat Rockies unggul 3-2 di inning ketujuh. Dengan dua pelari di base, ia membuat hitungan penuh sebelum menghantam sinker tinggi dari Kody Funderburk sejauh 401 kaki ke tribun kiri-tengah.
Itu bukan sekadar angka tambahan. Pukulan tersebut mengubah ritme pertandingan. Twins sempat punya peluang menekan, tapi Goodman mematikan momentum itu lebih awal. Rockies pun bisa bernapas lebih lega.
Pelatih dan rekan setimnya sadar benar betapa besar pengaruh satu pemain yang sedang on fire. Kyle Karros, yang juga menyumbang two-run homer di inning kedelapan, menyebut ayunan Goodman sebagai salah satu yang paling kuat di bisbol saat ini.
“Itu salah satu ayunan paling kuat di permainan ini, dan dia membuktikannya,” kata Karros. “Kalau dia panas, dia memang panas.”
Rockies bangkit setelah kalah sehari sebelumnya
Colorado datang ke laga ini dengan modal pahit. Pada Jumat, Goodman juga sempat mencuri perhatian lewat two-run homer di inning kesembilan yang memberi Rockies keunggulan sementara, sebelum Twins bangkit dan menang 9-8 lewat extra innings. Pukulan sejauh 451 kaki itu bahkan menjadi homer terpanjang pada hari itu menurut Baseball Savant.
Sabtu jadi jawaban Rockies. Michael Lorenzen, yang membukukan rekor 3-9, tampil cukup rapi dengan hanya memberi dua run dan tujuh hits dalam 5⅔ inning. Hasil itu memberinya kemenangan pertama sejak 24 April. Sumbangan Lorenzen penting karena membuat Colorado tidak terlalu bergantung pada pukulan besar semata.
Goodman sendiri sedang menjalani musim yang sangat produktif. Pemukul berusia 26 tahun itu sudah mengumpulkan 25 home run musim ini, setelah sebelumnya mencatat rekor pribadi 31 home run pada musim lalu. Angka itu membuat namanya mulai masuk percakapan kelas elite, apalagi ia berposisi utama sebagai catcher.
Dengan 25 homer sebelum jeda All-Star, Goodman menjadi backstop keempat dalam sejarah yang menembus angka itu sebelum jeda musim, sejajar dengan Cal Raleigh, Ivan Rodriguez, dan Johnny Bench. Tiga nama terakhir bukan nama biasa. Mereka legenda, dan Goodman kini berada di daftar yang sama.
“Itu para pemain hebat sepanjang masa,” kata Goodman. “Setiap kali nama Anda disebut bersama mereka, rasanya cukup luar biasa.”
Bagi Rockies, performa seperti ini bukan cuma soal satu kemenangan. Ini soal sinyal. Kalau Goodman terus mempertahankan laju pukulannya, Colorado punya alasan untuk percaya diri dalam laga-laga berikutnya. Dan bagi lawan, kabarnya sederhana: jangan kasih dia bola nyaman. Sekali salah lokasi, bolanya bisa melayang jauh. Sangat jauh.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.