JAKARTA — Istana Kepresidenan mulai mengirimkan undangan resmi kepada seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk hadir pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tersebut akan diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pengiriman undangan dimulai pada Selasa, 11 Agustus 2026.
“Mulai hari ini kami dari panitia menugaskan beberapa pejabat-pejabat pemerintah untuk mengantar undangan secara resmi kepada seluruh presiden, wakil presiden, maupun keluarga presiden maupun keluarga wakil presiden untuk mengundang secara resmi untuk hadir di dalam rangka peringatan detik-detik proklamasi,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah untuk memastikan para tokoh yang pernah memegang posisi tertinggi dapat menghadiri momentum peringatan kemerdekaan tahun ini. Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengundang semua mantan presiden dan wakil presiden dalam acara yang akan berlangsung di halaman Istana Merdeka.
Antusiasme Masyarakat Melampaui Ekspektasi
Persiapan acara menghadapi tantangan kapasitas yang melebihi target awal. Pemerintah mencatat lebih dari 336 ribu orang mendaftar untuk menghadiri peringatan HUT ke-81 RI selama masa pendaftaran berlangsung. Angka ini jauh melampaui kapasitas awal yang hanya mencapai sekitar 5.500 kursi.
Menghadapi lonjakan antusiasme tersebut, panitia kemudian menambah kapasitas sebanyak 3.400 kursi tambahan. “Kami memutuskan untuk menambah satu blok untuk memperbesar jumlah undangan bagi masyarakat yang sudah mendaftar itu tadi. Kami cek bisa sekitar 3.400 yang mungkin nanti akan kita bagi di acara pagi dan acara sore,” kata Prasetyo.
Selain menambah jumlah kursi, pemerintah juga menyiapkan opsi penambahan tenda di sekitar lokasi acara. Tenda-tenda tersebut tidak ditujukan untuk tamu undangan resmi, tetapi untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin menyaksikan acara dari luar pagar Istana Merdeka.
Gladi Kotor Dimulai, Persiapan Teknis Berlanjut
Prasetyo juga memantau langsung pelaksanaan gladi kotor parsial di halaman Istana Merdeka. Sejumlah unsur upacara, termasuk pasukan TNI, Polri, Paskibraka, dan korps drumband, mulai mematangkan rangkaian upacara secara bersama-sama setelah sebelumnya menjalani latihan terpisah.
Menurut Prasetyo, evaluasi terhadap latihan pada tahap itu masih terbatas karena prosesnya baru memasuki tahap penyesuaian awal. “Ya belum, kan ini baru penyesuaian awal ya, baru penyesuaian awal. Kalaupun ada koreksi belum terlalu banyak. Jadi mulai besok akan ada gladi kotor. Nah nanti di situ baru mulai kita akan lebih dalam lagi,” kata dia.
Persiapan infrastruktur juga memaksa pemerintah memberlakukan rekayasa lalu lintas. Jalan Veteran III dan Jalan Medan Merdeka Utara ditutup sejak Selasa, 11 Agustus pagi untuk mendukung latihan upacara. Prasetyo meminta maaf atas gangguan tersebut dan mengumumkan penutupan akan berlangsung beberapa hari ke depan menjelang pelaksanaan upacara.
Pengiriman undangan ke para mantan pemimpin negara menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk menggandeng tokoh-tokoh pemerintahan terdahulu dalam perayaan kemerdekaan nasional. Momen ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan acara bersejarah yang melibatkan ribuan peserta dan warga dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.