Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Puncak Kemarau Agustus 2026: Waspada Sumsel Lebih Kering dari Normal

Puncak Kemarau Agustus 2026
Puncak musim kemarau 2026 jatuh di Agustus. (Ilustrasi: AI)

Dua ancaman terbesar yakni kebakaran hutan dan kekeringan.

Lahan gambut Sumatera Selatan paling rentan. Gambut yang kering bisa terbakar dalam hitungan jam dan sulit dipadamkan. Risiko ISPA dari asap, krisis air bersih, hingga gangguan sektor pertanian semuanya mengintai.

Satu hal perlu diluruskan. Klaim bahwa kemarau 2026 adalah “yang terparah dalam 30 tahun” tidak akurat. BMKG menegaskan kondisi tahun ini memang di bawah normal, tapi tidak setara dengan keparahan kemarau 1997, 2015, atau 2019 yang jauh lebih ekstrem.

Yang Harus Dilakukan Warga dan Petani

BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan konkret. Petani disarankan menyesuaikan pola tanam karena musim maju dan lebih kering tidak bisa menggunakan jadwal tahun-tahun sebelumnya begitu saja. Pengelolaan irigasi dan waduk juga perlu berbasis data prakiraan BMKG, bukan kebiasaan lama.

Warga diminta tidak membakar lahan dengan alasan apapun, memantau titik panas (hotspot) lewat aplikasi resmi, dan menjaga kesehatan dari risiko dehidrasi serta ISPA saat suhu memuncak.

Informasi terkini bisa diakses langsung lewat kanal resmi BMKG Sumatera Selatan dan BMKG pusat.

FAQ: Kemarau 2026

Kapan puncak musim kemarau 2026?
Agustus 2026. Sebanyak 48,84% wilayah Indonesia termasuk Sumatera tengah dan sebagian besar Jawa mencapai puncak pada bulan itu.

Sumatera Selatan mulai kapan?
Kemarau sudah mulai Mei 2026, lebih awal dari normal. Puncaknya Juli-Agustus 2026 dengan sifat Bawah Normal atau lebih kering dari rata-rata.

Benarkah kemarau 2026 terparah 30 tahun?
Tidak. BMKG menyatakan kemarau tahun ini memang di bawah normal, tapi tidak seekstrem tahun 1997, 2015, dan 2019.

Risiko terbesar apa?
Kebakaran hutan dan lahan gambut, plus kekeringan. Potensi El Nino moderat membuat curah hujan lebih rendah dari biasanya.

Ada operasi modifikasi cuaca?
Ada. BMKG bersama BNPB mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) khususnya di kawasan gambut Sumatera Selatan.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda