Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Kanada Kalahkan Afrika Selatan 1-0 dan Lolos ke 16 Besar

Kanada kalahkan Afrika Selatan lewat gol injury time
Kanada kalahkan Afrika Selatan 1-0 lewat gol injury time Eustaquio. (Ilustrasi: AI)

LOS ANGELES — Kanada kalahkan Afrika Selatan 1-0 lewat gol Stephen Eustáquio pada masa injury time di SoFi Stadium, Los Angeles, dan memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Bagi Kanada, kemenangan ini bukan sekadar lolos. Ini momen sejarah.

Kanada kalahkan Afrika Selatan, gol telat jadi pembeda

Pertandingan berjalan tegang sejak awal. Kanada memegang bola lebih lama, menekan dari sisi sayap, dan sabar mencari celah, tapi Afrika Selatan menumpuk pemain di belakang garis bola dan menutup ruang tembak. Hampir sepanjang laga, skenario itu terlihat akan memaksa duel berlanjut ke extra time.

Lalu, semuanya berubah di ujung pertandingan. Eustáquio, gelandang Los Angeles FC yang bermain di stadion yang sama dengan markasnya, melepaskan tembakan rendah dari sekitar 20 meter. Bola meluncur ke sudut bawah gawang. Keras. Presisi. Penjaga gawang Ronwen Williams tak kuasa menjangkau.

“Itu gol yang luar biasa,” kata Eustáquio seusai laga, seperti dikutip dari siaran ITV. Ia menambahkan, saat menembak, ia merasa “semua orang menembak bersama saya”. Kalimat itu pas menggambarkan malam Kanada: satu tim, satu dorongan, satu hasil yang ditunggu sampai menit terakhir.

Kanada sempat mengira mendapat jalan lebih mudah ketika Richie Laryea jatuh di kotak penalti pada babak pertama. Wasit meninjau VAR, lalu tak memberi penalti. Keputusan itu bikin frustrasi, karena Kanada sebenarnya punya alasan kuat untuk merasa layak unggul lebih cepat. Tapi justru dari situ pertandingan makin keras kepala. Kanada terus menyerang. Afrika Selatan terus bertahan.

Kenapa kemenangan ini penting untuk Kanada

Ini bukan kemenangan biasa. Kanada tampil di fase gugur Piala Dunia putra untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, dan hasil ini langsung mengangkat beban besar dari pundak skuad asuhan Jesse Marsch. Mereka tak lagi cuma jadi tuan rumah turnamen besar. Mereka kini benar-benar bagian dari delapan besar terakhir yang masih hidup.

Marsch menyebut para pemainnya sebagai “pahlawan Kanada”. Ucapan itu tidak berlebihan kalau melihat konteksnya. Kanada datang sebagai tim yang selama bertahun-tahun lebih sering dipandang sebagai penggembira di level elite. Lolos ke 16 besar memberi efek yang jauh lebih besar dari sekadar statistik. Anak-anak muda di Kanada, kata Marsch, akan punya alasan baru untuk menendang bola di halaman rumah. Itu dampak jangka panjang yang sering kali lahir dari satu gol telat.

Secara teknis, Kanada memang lebih hidup ketika Alphonso Davies mulai lebih aktif menembus sisi kiri. Mereka juga punya beberapa peluang lain yang digagalkan organisasi pertahanan Afrika Selatan. Namun kemenangan ini justru lahir dari kesabaran, bukan dari permainan meledak-ledak. Mereka menunggu momen yang pas. Dan momen itu datang di injury time.

Setelah laga, Eustáquio mendapat pelukan dan sorakan dari rekan setimnya. Gelandang yang bermain di MLS itu juga terlihat menenangkan diri setelah selebrasi. Ia tahu, satu tendangan itu bukan cuma menutup pertandingan. Ia membuka pintu baru buat sepak bola Kanada.

Afrika Selatan pulang dengan kepala tegak

Di kubu lawan, Afrika Selatan tak banyak menciptakan ancaman, tapi mereka bertahan dengan disiplin dan fisik yang kuat. Kiper Ronwen Williams mencatat lima penyelamatan dan membuat Kanada bekerja keras sampai detik akhir. Dengan skuad muda dan start turnamen yang tak ideal, hasil ini tetap memberi bahan bangunan untuk masa depan.

Williams bilang dia bangga pada rekan-rekannya. Ia menyoroti karakter dan perjuangan tim yang terus melawan tekanan meski sempat berada di posisi sulit sejak awal turnamen. “Kami bisa pulang dengan kepala tegak,” ujarnya kepada ITV. Itu kalimat yang masuk akal. Afrika Selatan memang kalah, tapi mereka tidak runtuh.

Pelatih Hugo Broos juga sempat membuka kemungkinan pensiun setelah turnamen, dan hasil ini bisa jadi ikut memengaruhi keputusan akhir dalam beberapa hari ke depan. Untuk saat ini, yang jelas, Afrika Selatan meninggalkan Los Angeles dengan penampilan yang jauh lebih rapat daripada skor akhirnya.

Di turnamen seperti Piala Dunia, detail kecil sering menentukan. Satu umpan pendek. Satu bola liar. Satu tembakan dari luar kotak penalti. Kanada mendapat semuanya di waktu yang tepat. Dan Afrika Selatan, yang sudah hampir membawa laga ke perpanjangan waktu, hanya bisa menyaksikan bola masuk ke sudut bawah gawang.

Lawannya siapa di 16 besar?

Kanada kini menunggu pemenang laga Maroko kontra Belanda untuk bertarung di babak berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Houston. Lawan berikutnya jelas lebih berat. Tapi Kanada datang dengan modal yang tak bisa dibeli: kepercayaan diri dari kemenangan dramatis.

Jesse Marsch tahu itu. Ia bilang timnya pantas mendapat kesempatan untuk “mengejar raksasa”. Di level seperti ini, kepercayaan sering lebih berharga daripada skema. Apalagi setelah melewati laga yang tegang, buntu, lalu pecah di menit akhir.

Kanada kalahkan Afrika Selatan bukan hanya karena mereka menekan lebih lama, tapi karena mereka tetap percaya saat waktu hampir habis. Itu yang membedakan tim yang sekadar main bagus dengan tim yang benar-benar lolos. Satu gol. Satu sejarah. Satu tiket ke 16 besar yang baru pertama kali mereka pegang di Piala Dunia putra.

Ringkasan cepat:

  • Kanada menang 1-0 atas Afrika Selatan lewat gol injury time Stephen Eustáquio.
  • Hasil itu mengantar Kanada ke 16 besar Piala Dunia putra untuk pertama kalinya.
  • Kanada berikutnya akan menghadapi pemenang Maroko vs Belanda di Houston.

FAQ singkat:

Siapa pencetak gol Kanada?
Stephen Eustáquio.

Di mana laga dimainkan?
Di SoFi Stadium, Los Angeles.

Mengapa kemenangan ini penting?
Karena ini kali pertama Kanada lolos ke babak 16 besar Piala Dunia putra.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda