Di sisi lain, pesan Kemendikdasmen juga mengingatkan bahwa program wajib belajar tak akan berjalan mulus bila guru tidak diberi dukungan yang memadai. Pemerintah bisa menyusun aturan dan target, tetapi pembelajaran tetap terjadi di kelas. Di sana, guru berhadapan dengan anak yang mudah bosan, orang tua yang punya ekspektasi, dan kebutuhan untuk membuat materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, hubungan antara tunjangan profesi dan mutu pendidikan tidak bisa dipandang sempit. TPG menjadi semacam penyangga agar guru terus berkembang, bukan sekadar bertahan. Kalau penyangga itu kuat, maka target besar seperti Wajib Belajar 13 Tahun punya peluang lebih besar untuk berjalan di lapangan, bukan hanya rapi di atas kertas.
“Pembelajaran yang menyenangkan sangat berdampak pada perkembangan anak secara optimal,” kata Budi Iswanti. “Dengan begitu, anak-anak menjadi sehat dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang SD.”
Ringkasan singkat
• Kemendikdasmen menilai TPG membantu meningkatkan profesionalisme guru untuk mendukung Wajib Belajar 13 Tahun.
• Dua guru PAUD di Lampung memanfaatkan TPG untuk pelatihan, media belajar, dan akses internet pembelajaran.
• Pemerintah menaruh harapan besar pada guru PAUD agar anak lebih siap masuk SD lewat kelas yang menyenangkan.
FAQ singkat
Apa hubungan TPG dan Wajib Belajar 13 Tahun?
TPG membantu guru meningkatkan kompetensi dan kualitas mengajar, yang pada akhirnya mendukung kesiapan anak mengikuti pendidikan prasekolah sebelum SD.
Siapa yang memberi contoh praktik baik?
Budi Iswanti dari TK Al Muttaqien, Bandar Lampung, dan Puput Angellica dari TK Harapan Bangsa Banjarejo, Pringsewu.
Kenapa PAUD masuk dalam program ini?
Karena satu tahun prasekolah dinilai penting untuk membantu anak siap secara sosial, karakter, dan kebiasaan belajar sebelum masuk SD.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.