Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Terkuaknya Motif di Balik Penganiayaan Caddy Golf Tangerang

Penganiayaan caddy golf di Tangerang dipicu motif cemburu
Motif penganiayaan caddy golf di Tangerang terkuak: cemburu, rekaman CCTV, dan ancaman lima tahun penjara bagi tersangka. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — penganiayaan caddy golf di Lapangan Modern Golf Modernland, Kota Tangerang, berujung pada penangkapan pria berinisial FP (38). Polisi menyebut motif kasus ini dipicu rasa cemburu, setelah ucapan singkat di area lapangan golf memantik adu mulut yang kemudian berakhir dengan kekerasan.

FP ditangkap di rumahnya di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, pada Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Sehari setelah itu, Polres Metro Tangerang Kota membeberkan detail penyelidikan, termasuk rekaman CCTV, pemeriksaan saksi, dan hasil visum korban.

Kasus ini menarik perhatian bukan karena berlangsung di lapangan golf saja. Yang membuatnya menonjol adalah motifnya yang berangkat dari relasi personal antara pelaku dan korban, lalu meledak di ruang publik yang mestinya aman dan tertib.

Awal perselisihan di lapangan golf

Plt Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Iwan Heriestiawan menjelaskan, kejadian berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 19.51 WIB di area Lapangan Modern Golf Modernland. Saat itu, FP meminta seorang marshall lapangan berinisial VD membelikan minuman.

Setelah minuman diberikan, FP mengucapkan kalimat, “Terima kasih adikku sayang.” Bagi orang luar, kalimat itu mungkin terdengar sepele. Bagi korban, yang selama ini kerap menjadi caddy bagi FP, ucapan itu memicu rasa tidak nyaman dan kemudian berkembang jadi cekcok.

“Alasannya dipicu persoalan kecemburuan. Saat itu, tersangka meminta seorang marshall lapangan golf berinisial VD membelikan minuman dan mengucapkan kalimat, ‘Terima kasih adikku sayang,’” kata Iwan saat dikonfirmasi Kompas.com.

Polisi belum merinci secara terbuka bentuk hubungan emosional yang memicu kecemburuan itu. Namun dari keterangan penyidik, korban dan pelaku memang saling mengenal karena FP kerap bermain golf di Tangerang, sedangkan korban sering mendampinginya sebagai caddy.

Itu membuat kasus ini berbeda dari penganiayaan biasa. Ada kedekatan yang sudah terbentuk lebih dulu. Lalu, ada ucapan yang dianggap memancing emosi. Dalam hitungan menit, suasana yang semula biasa berubah panas.

Kenapa motif cemburu jadi titik penting

Motif cemburu sering muncul dalam perkara kekerasan yang tampak sederhana di awal. Ucapan, tatapan, atau gestur kecil bisa dibaca berbeda oleh orang yang sedang terpancing emosi. Di ruang publik seperti lapangan golf, ledakan seperti ini justru terasa lebih mencolok karena terjadi di lingkungan yang identik dengan ketertiban dan layanan pelanggan.

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda