TANGERANG — sertifikasi halal dinilai semakin penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah karena memberi nilai tambah produk sekaligus memperkuat kepercayaan pasar. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyampaikan hal itu di Kota Tangerang, Banten, Senin, seusai menyerahkan 5.000 sertifikat halal untuk UMKM binaan PT Gajah Tunggal.
Haikal menilai sertifikat halal kini tidak lagi sekadar pemenuhan administrasi. Bagi banyak pelaku usaha, dokumen itu sudah berubah menjadi modal dagang. Produk yang punya label halal lebih mudah diterima konsumen, lebih percaya diri masuk rak ritel, dan punya peluang lebih besar menembus pasar nasional maupun internasional.
“Halal value memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan sertifikat halal, produk UMKM memiliki peluang yang lebih luas untuk masuk ke pasar nasional bahkan internasional, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Haikal.
Penekanan itu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin mendorong UMKM naik kelas. Di banyak daerah, pelaku usaha kecil masih menghadapi tantangan berlapis: akses legalitas, kualitas produksi, kemasan, sampai kemampuan menembus jaringan distribusi modern. Sertifikasi halal menjadi salah satu pintu masuk yang paling terlihat, karena langsung berkaitan dengan kepercayaan konsumen.
Sertifikasi halal dan peluang pasar UMKM
Haikal menyebut sertifikasi halal sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk. Ia menempatkan sertifikat halal bukan cuma sebagai label, melainkan sebagai bukti bahwa pelaku usaha serius menjaga standar produksi. Bagi pembeli, label itu mengurangi keraguan. Bagi produsen, ia membuka pasar yang lebih luas.
Di level praktis, manfaatnya terasa di banyak sisi. UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal lebih mudah mengikuti permintaan pasar modern, terutama di sektor makanan, minuman, kosmetik, dan produk olahan lain yang sensitif terhadap persoalan bahan baku serta proses produksi. Saat konsumen makin selektif, label halal sering menjadi pembeda yang menentukan pilihan beli.
Bagi daerah seperti Kota Tangerang, dorongan semacam ini punya arti ekonomi yang jelas. UMKM menyerap tenaga kerja, mengalirkan pendapatan ke rumah tangga, dan menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap berputar. Kalau akses pasar mereka melebar, efeknya juga ikut melebar. Penjualan naik, produksi bergerak, dan kebutuhan bahan baku dari pemasok lokal ikut terangkat.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.