JAKARTA — Apple dikabarkan sedang mempercepat pengembangan perangkat komputasi spasial generasi kedua, Apple Vision Pro 2. Raksasa teknologi asal Cupertino ini membidik jadwal peluncuran pada akhir 2026 mendatang.
Kabar ini mencuat setelah sejumlah sumber di rantai pasok Korea Selatan dan Taiwan membocorkan rencana perombakan besar-besaran pada sisi perangkat keras. Fokus utama Apple kali ini adalah menambal celah kekurangan yang banyak dikeluhkan pengguna pada model pendahulunya.
Layar Micro-OLED dan Peningkatan Visual
Salah satu pembaruan paling dinanti adalah transisi ke teknologi layar micro-OLED generasi berikutnya. Samsung Display dan LG Display disebut-sebut sebagai pemasok utama untuk panel canggih tersebut. Peningkatan ini diharapkan mampu menyuguhkan tingkat kecerahan yang jauh lebih tinggi serta kepadatan piksel yang lebih rapat.
Pengguna generasi pertama sering mengeluhkan kejernihan visual saat perangkat digunakan dalam kondisi cahaya tertentu. Dengan panel anyar ini, Apple berupaya memberikan pengalaman visual yang lebih tajam dan realistis, yang menjadi inti dari pengalaman komputasi spasial yang mereka bangun.
Fokus pada Kenyamanan dan Performa
Bobot perangkat menjadi kritik besar bagi Apple Vision Pro edisi pertama. Banyak pengguna merasa kelelahan karena harus menanggung beban berat di area wajah dalam durasi penggunaan yang lama. Tim perancang Apple kini tengah berupaya memangkas bobot secara signifikan untuk meningkatkan kenyamanan ergonomis jangka panjang.
Di balik desain yang lebih ringan, jeroan perangkat ini diprediksi akan ditenagai oleh chip seri M terbaru, kemungkinan besar M5 atau M6. Chip ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja komputasi spasial yang lebih kompleks dan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) yang semakin intensif.
Strategi Harga Lebih Terjangkau
Bagi konsumen di Indonesia maupun pasar global, hambatan utama adopsi teknologi ini memang ada pada banderol harga yang fantastis. Apple sadar akan tantangan tersebut dan mulai mengeksplorasi penggunaan material yang lebih efisien dari sisi biaya produksi.
Langkah ini diambil untuk menekan harga jual ritel agar komputasi spasial tidak hanya menjadi barang mewah bagi segelintir orang. Dengan opsi material yang lebih ekonomis, Apple berharap bisa memperluas jangkauan pasar, sehingga perangkat ini bisa diakses oleh cakupan konsumen yang lebih luas di masa depan.
Analis teknologi melihat langkah ini sebagai upaya strategis Apple untuk memenangkan persaingan di pasar perangkat AR/VR yang mulai ramai. Meski belum ada pernyataan resmi dari perusahaan, bocoran dari rantai pasok ini cukup konsisten menggambarkan ambisi Apple untuk menetapkan standar baru di industri perangkat *wearable*.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.