Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kemendikdasmen: TPG dukung wajar 13 tahun

TPG dukung wajar 13 tahun melalui pembelajaran guru PAUD
TPG dukung wajar 13 tahun lewat peningkatan profesionalisme guru. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — TPG dukung wajar 13 tahun menjadi pesan utama Kemendikdasmen saat menyoroti peran tunjangan profesi guru dalam menjaga mutu pembelajaran di sekolah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan tunjangan itu bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan dorongan agar guru terus meningkatkan profesionalisme dan ikut menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun.

Pernyataan itu disampaikan Fajar dalam keterangan tertulis dari Jakarta, Minggu. Ia menekankan, kualitas pendidikan di sekolah sangat bergantung pada kerja keras guru yang tiap hari mengatur kelas, menyiapkan materi, dan mencari cara agar murid tidak bosan. Kerja ini sering tidak terlihat dari luar. Padahal, dampaknya langsung terasa di ruang belajar.

TPG dipakai untuk menguatkan kelas

Contoh yang dibagikan Kemendikdasmen datang dari Budi Iswanti, guru TK Al Muttaqien di Kota Bandar Lampung, Lampung. Budi mengatakan TPG membantunya menjaga semangat belajar, ikut pelatihan, belajar mandiri, dan mengikuti perubahan kebijakan maupun inovasi pembelajaran.

Yang menarik, tunjangan itu juga ia pakai untuk membeli buku referensi dan membayar langganan internet agar bisa mengakses Ruang GTK. Bagi guru PAUD, akses seperti ini bukan detail kecil. Di lapangan, bahan ajar yang segar dan koneksi internet yang stabil sering menentukan apakah kelas berjalan hidup atau justru terasa monoton. Budi melihat investasi kecil itu berbuah besar pada cara ia mengajar.

Ia juga menautkan pemanfaatan TPG dengan pengembangan kariernya sebagai guru PAUD. Bersama orang tua dan lingkungan sekolah, Budi membiasakan literasi, menerapkan pembelajaran berbasis bermain, dan menanamkan nilai karakter kepada murid. “Pembelajaran yang menyenangkan sangat berdampak pada perkembangan anak secara optimal. Dengan begitu, anak-anak menjadi sehat dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang SD,” kata Iswanti.

Kenapa Wajib Belajar 13 Tahun jadi penting

Program Wajib Belajar 13 Tahun memuat satu tahun prasekolah sebelum anak masuk SD. Dalam praktiknya, gagasan ini bukan cuma soal menambah lama sekolah. Pemerintah ingin memastikan anak lebih siap membaca situasi kelas, berinteraksi, dan menerima pembelajaran dasar saat masuk jenjang berikutnya.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda