Sidebuk-Debuk selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan favorit di Tanah Karo. Air panas, udara sejuk, dan akses yang relatif mudah membuat kawasan ini ramai dikunjungi pada akhir pekan maupun musim liburan. Tapi praktik pungli bisa merusak pengalaman wisata dalam sekejap. Pengunjung merasa tidak nyaman, biaya perjalanan membengkak, dan minat datang kembali bisa turun.
Pemerintah Provinsi Sumut menilai penertiban pungli punya efek yang lebih luas dari sekadar menata parkir atau lalu lintas jalan. Jika wisatawan merasa aman, mereka cenderung tinggal lebih lama, berbelanja lebih banyak, dan kembali lagi di lain waktu. Ujungnya, ekonomi warga sekitar yang bergantung pada kios, warung, dan jasa transportasi juga ikut bergerak.
Moettaqien menegaskan pengamanan ini akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar terkendali. Ia juga menyebut arahan Gubernur Bobby Nasution menjadi dasar operasi di lapangan, dengan target akhir kawasan wisata bisa kembali bersih dari pungli dan intimidasi.
“Dengan hilangnya pungutan liar, kenyamanan wisatawan akan meningkat. Ini secara langsung akan memperbaiki citra pariwisata Sumatera Utara, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara, 27 Juni 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.