Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Serangan lintas batas Pakistan Tewaskan 29 Militan di Perbatasan

Serangan lintas batas Pakistan di perbatasan Afghanistan
Serangan lintas batas Pakistan menewaskan 29 militan di dekat Afghanistan. (Ilustrasi: AI)

Karachi jadi pemicu

Operasi ini datang sehari setelah serangan terhadap markas regional Sindh Rangers di Karachi, kota pelabuhan terbesar Pakistan. Menurut otoritas Pakistan, para militan menerobos gerbang utama dengan kendaraan, lalu melepaskan tembakan dan melempar granat.

Pasukan keamanan membunuh tiga penyerang dan menangkap satu militan lain yang disebut sebagai warga Afghanistan dalam kondisi terluka. Jamaat-ul-Ahrar mengaku bertanggung jawab atas serangan di Karachi itu. Dalam keterangan terpisah, kelompok pecahan Taliban Pakistan tersebut tidak membantah serangan, justru menegaskan keterlibatan mereka.

Serangan di Karachi ikut memperkuat alasan pemerintah Pakistan untuk menggelar operasi susulan. Kota itu jauh dari perbatasan barat laut, sehingga aksi bersenjata di sana menunjukkan jaringan militan masih punya kemampuan menjangkau pusat-pusat penting negara.

Tuduhan lama, bantahan lama

Pakistan sejak lama menuduh pemerintah Taliban Afghanistan melindungi anggota TTP dan membiarkan mereka melancarkan serangan lintas batas. Kabul berkali-kali membantah tuduhan itu. Sampai berita ini ditulis, belum ada komentar resmi dari pemerintah Taliban terkait operasi terbaru Pakistan.

Perselisihan ini bukan hal baru. Sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021, Pakistan beberapa kali melancarkan serangan lintas batas dengan dalih menargetkan TTP dan kelompok sekutunya yang disebut beroperasi dari wilayah Afghanistan. Tahun lalu, rangkaian bentrokan dan serangan balasan sempat memanaskan hubungan kedua negara, terutama di kawasan perbatasan yang rawan ditembus jalur penyelundupan dan pergerakan militan.

Untuk Pakistan, operasi seperti ini menyangkut keamanan dalam negeri. Untuk Afghanistan, tuduhan semacam itu menyentuh kedaulatan. Di titik ini, ruang negosiasi jadi sempit.

Tarar menutup pernyataannya dengan nada tegas. “Pakistan selalu berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, tetapi pada saat yang sama tidak akan berkompromi terhadap keselamatan dan keamanan warga kami, yang tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Kalimat itu menegaskan arah kebijakan Islamabad saat ini: keras ke militan, dan siap memperluas respons jika serangan terus berlanjut.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda