“Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia,” ujar Prabowo.
Isu itu terasa dekat karena AI sudah masuk ke banyak lapangan kerja dan layanan publik. Dari penulisan, penerjemahan, desain, analisis data, sampai layanan pelanggan, mesin kini mampu mengambil alih tugas yang dulu hanya bisa dilakukan manusia. Di sisi lain, AI juga memunculkan pertanyaan baru: siapa yang bertanggung jawab saat sistem salah, siapa yang mengawasi datanya, dan bagaimana memastikan teknologi ini tidak dipakai untuk penipuan atau manipulasi informasi.
Di Indonesia, pertanyaan itu makin penting. Pemerintah mulai mendorong adopsi teknologi di banyak sektor, sementara literasi digital masyarakat belum merata. Celah inilah yang sering membuat teknologi berjalan lebih cepat daripada aturan dan kesiapan pengguna.
“Lima juta agen AI” dan tanda batas baru manusia
Salah satu bagian pidato Prabowo yang paling menyita perhatian adalah saat ia menyebut kemunculan agen AI. Sistem itu, kata dia, bisa bekerja untuk individu, kelompok, korporasi, organisasi, hingga negara. Prabowo juga mengutip informasi bahwa sudah ada jutaan agen AI yang saling berinteraksi dalam ruang percakapan mereka sendiri.
“Dan konon kabarnya sekarang sudah ada lima juta agen AI, lima juta, mungkin lima juta itu tiga minggu lalu. Dan mereka katanya sudah punya chat room sendiri,” kata Prabowo.
Ia melanjutkan, agen-agen itu disebut berkomunikasi dengan bahasa kode mereka sendiri. Bagi Prabowo, gambaran itu menunjukkan bahwa manusia telah menciptakan teknologi dengan kemampuan yang makin besar dan makin sulit dipahami secara kasat mata.
“Lima juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri. Jadi, manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mungkin terdengar dramatis, tapi pesan intinya jelas: teknologi bergerak cepat, kadang melampaui pemahaman orang awam, bahkan melebihi rasa nyaman pembuat kebijakannya. Di titik ini, pertanyaan yang muncul bukan cuma soal apa yang bisa dilakukan mesin, melainkan juga siapa yang memegang kendali.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.