Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Unib selaraskan pendidikan tinggi dengan prioritas pembangunan

Unib selaraskan pendidikan tinggi dengan prioritas pembangunan nasional di KSTI 2026
Unib ikut Sarasehan KSTI 2026 yang dibuka Presiden Prabowo. (Ilustrasi: AI)

BENGKULU — Universitas Bengkulu (Unib) membawa pulang arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri setelah mengikuti Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Hasilnya bukan sekadar notulen rapat — forum itu akan menjadi peta jalan bagi Unib dalam menentukan arah riset dan pengabdian masyarakat ke depan.

Unib mengikuti forum itu dengan satu komitmen jelas: memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Bukan sekadar hadir, Unib masuk dalam lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, hingga 1.596 dosen, ilmuwan, dan peneliti — termasuk sekitar 300 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kenapa Forum Ini Penting bagi Perguruan Tinggi?

Perguruan tinggi di Indonesia selama ini kerap berjalan di jalurnya sendiri — menghasilkan riset yang menumpuk di jurnal, tapi jarang menyentuh kebutuhan nyata di lapangan. KSTI 2026 hadir sebagai upaya membalik logika itu.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa sarasehan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat. Tujuannya satu: menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, bukan sekadar ornamen akademik.

Bagi Unib, momentum ini terasa lebih konkret. Kampus yang berbasis di Bengkulu ini menerima arahan langsung soal peran strategis ilmuwan dan peneliti dalam program-program prioritas — dari ketahanan pangan hingga hilirisasi industri.

Isu yang Dibahas: Dari Pangan sampai Energi

Cakupan topik dalam sarasehan ini luas. Pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri semuanya masuk dalam pembahasan. Bagi Unib, deretan isu itu bukan daftar yang asing.

Bengkulu punya potensi besar di sektor kelautan, perkebunan, dan pertanian. Arahan dari forum nasional sekelas KSTI 2026 memberi Unib justifikasi akademik sekaligus dorongan kebijakan untuk mengarahkan riset ke sektor-sektor yang memang dibutuhkan daerah dan bangsa.

Isu-isu strategis itu, menurut pihak Unib, akan menjadi referensi penting dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Artinya, topik penelitian yang dipilih dosen dan mahasiswa Unib ke depan idealnya beranjak dari agenda nasional ini.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda