JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menjalin kerja sama dengan PT Comestoarra Bentarra Noesantarra untuk mengembangkan teknologi mini gasifier biomassa yang ditargetkan menjadi produk energi nasional siap pakai. Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani Jumat (12/6) sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman kedua pihak yang disepakati pada 3 Oktober 2025.
PKS diteken langsung oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN Jan Setiawan dan pimpinan Comestoarra Arief Noerhidayat. Kolaborasi ini mencakup verifikasi, validasi, dan penyempurnaan teknologi mini gasifier agar memenuhi standar teknis dan bisa direplikasi industri dalam skala lebih luas.
Teknologi Mini Gasifier Biomassa dan Targetnya
Mini gasifier memanfaatkan pelet biomassa sebagai bahan bakar terbarukan untuk menghasilkan listrik. Relevansinya langsung menyentuh program de-dieselisasi pemerintah terutama di wilayah terpencil, kepulauan, dan daerah 3T yang selama ini bergantung pada pembangkit berbahan bakar minyak.
Teknologinya tidak berdiri sendiri. Sistem ini sudah diintegrasikan dengan panel surya dan baterai penyimpan energi, membentuk sistem hibrida yang lebih efisien dan andal dibanding solusi tunggal.
Jan Setiawan menegaskan peran BRIN bukan sekadar formalitas kerja sama.
“BRIN akan memberikan dukungan ilmiah dan teknis melalui proses verifikasi, validasi, serta penyempurnaan teknologi mini gasifier agar dapat menjadi produk nasional yang siap dimanfaatkan secara luas. Ini bagian dari komitmen BRIN mendorong transformasi hasil inovasi menjadi teknologi yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Jan, dikutip Rabu (17/6).
Dukungan dari Berbagai Pihak
Anggota Dewan Energi Nasional Bidang Teknologi Unggul Priyanto menyebut keunggulan utama teknologi ini terletak pada desainnya yang portabel dan kemampuannya berintegrasi dengan energi surya.
“Teknologi gasifikasi telah terbukti secara teknis. Keunggulan mini gasifier Comestoarra terletak pada desainnya yang portabel dan kemampuannya terintegrasi dengan energi surya dalam satu sistem. Selain menghasilkan listrik, teknologi ini juga berpotensi menjadi alternatif pengganti LPG untuk kebutuhan memasak,” kata Unggul.
Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) Milton Pakpahan menilai konsep hibrida biomassa-surya yang dikembangkan Comestoarra cocok sebagai alternatif energi komunal, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.
Dari sisi pemerintah, Direktur Energi Baru Ditjen EBTKE Senda Hurmuzan Kanam menyatakan pemanfaatan limbah dan residu biomassa lewat gasifikasi selaras dengan target peningkatan bauran energi terbarukan nasional sekaligus membantu mengurangi persoalan sampah.
Dua Tantangan Nasional Sekaligus
Jan menekankan kolaborasi ini dirancang menjawab dua persoalan besar secara bersamaan: penyediaan energi bersih dan pengelolaan limbah biomassa.
“Pemanfaatan limbah biomassa menjadi sumber energi dapat membantu mengurangi timbulan sampah, menekan penggunaan bahan bakar fosil, serta memperluas akses energi bagi masyarakat di daerah terpencil,” ujarnya.
Secara teknis, mini gasifier yang dikembangkan Comestoarra merupakan kelanjutan dari teknologi TOSS (Teknologi Olah Sampah di Sumbernya). TOSS mengubah sampah organik dan residu biomassa menjadi pelet bahan bakar terbarukan inovasi yang sebelumnya sudah mendapat dukungan teknis dan rekayasa dari pemerintah dalam kerangka pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dengan kerja sama ini, BRIN berharap sinergi antara lembaga riset, pelaku usaha, dan pemerintah bisa mempercepat lahirnya inovasi energi nasional yang berdampak langsung pada ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini tertinggal dalam akses energi bersih.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.