Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INFRASTRUKTUR DIGITAL

Robotaxi: Kendaraan Otonom Masa Depan Transportasi Umum

Robotaxi
Ilustrasi Robotaxi. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Robotaxi bukan sekadar konsep futuristik. Layanan taksi tanpa pengemudi ini sudah beroperasi secara komersial di sejumlah kota besar dunia, mengangkut penumpang sungguhan tanpa satu pun manusia di balik kemudi.

Teknologi ini berpotensi mengubah wajah transportasi kota secara fundamental bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan, biaya, dan siapa yang bertanggung jawab ketika sesuatu berjalan salah.

Apa Itu Robotaxi?

Secara teknis, robotaxi adalah kendaraan penumpang yang dilengkapi sistem mengemudi otomatis Level 4 atau Level 5 menurut standar SAE International. Artinya, kendaraan mampu beroperasi sepenuhnya tanpa intervensi manusia dalam kondisi dan wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya.

Untuk bisa melakukan itu, kendaraan dilengkapi serangkaian teknologi: sensor lidar, radar, kamera resolusi tinggi, peta presisi tinggi, dan sistem kecerdasan buatan yang memproses data lingkungan secara real-time. Semuanya bekerja bersama mendeteksi pejalan kaki, membaca rambu, menghindari kendaraan lain, memilih rute tercepat dan teraman.

Level 4 berarti kendaraan bisa mengemudi sendiri penuh dalam wilayah operasional tertentu (geofence). Level 5 adalah tahap tertinggi: tanpa batasan wilayah, tanpa perlu manusia sama sekali. Sebagian besar robotaxi komersial saat ini beroperasi di Level 4.

Siapa Saja yang Sudah Beroperasi

Waymo, anak perusahaan Alphabet (induk Google), menjadi pemimpin pasar saat ini. Layanannya sudah berjalan secara komersial di Phoenix, San Francisco, dan Los Angeles. Penumpang memesan lewat aplikasi, masuk ke mobil, dan tiba di tujuan tanpa pengemudi.

General Motors lewat Cruise juga menjalankan uji coba berskala besar di beberapa kota Amerika Utara, meski sempat menghadapi penghentian sementara akibat insiden keselamatan pada 2023.

Di Tiongkok, Baidu Apollo memiliki lisensi robotaxi di lebih dari 10 kota besar. Skala operasinya sudah melampaui jutaan perjalanan. Tesla, dengan platform Full Self-Driving (FSD)-nya, juga mengumumkan target peluncuran robotaxi massal meski jadwal pastinya masih bergeser.

Di Indonesia, pembahasan soal kendaraan otonom sudah masuk ke meja Kementerian Perhubungan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fokusnya masih pada standardisasi keamanan dan penyiapan infrastruktur pendukung. Belum ada uji coba publik yang resmi diumumkan.

Keunggulan yang Ditawarkan

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda