Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Strawberry Moon Juni 2026: Jadwal, Waktu Terbaik & Cara Mengamat

Strawberry Moon Juni 2026: Jadwal, Waktu Terbaik & Cara Mengamat
Bulan purnama Juni akan memukau langit nusantara akhir bulan ini. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Bulan purnama Juni akan memukau langit nusantara akhir bulan ini. Disebut Strawberry Moon oleh tradisi Amerika Utara, fenomena astronomi ini bisa dinikmati mata telanjang — tanpa teleskop, tanpa biaya, hanya perlu lokasi gelap dan cuaca cerah. Jutaan orang di Indonesia punya kesempatan sama untuk menyaksikan keajaiban ruang angkasa yang langka.

Puncak fase purnama terjadi pada 29 Juni 2026 pukul 23.56 UTC (Selasa, 30 Juni 2026 pukul 06.56 WIB). Meski waktu puncaknya jatuh pagi, bulan sudah berada di bawah horizon, namun masyarakat tetap bisa menikmati penampilan spektakuler Strawberry Moon pada malam 29 Juni atau 30 Juni — ketika bulan masih terlihat jelas di langit malam.

Kapan dan Di Mana Waktu Terbaik Melihat?

Senin malam 29 Juni atau Selasa malam 30 Juni adalah peluang emas. Saat itu, bulan akan terbit tidak lama setelah matahari terbenam, muncul rendah di ufuk timur. Inilah momen spesial — bulan tampak signifikan lebih besar karena efek perspektif, fenomena yang dikenal sebagai moon illusion. Siapa yang berdiri di kawasan pantai, bukit, atau area terbuka akan merasakan pengalaman paling dramatis.

Sepanjang malam purnama, bulan tetap terang dan mudah diamati. Terbit saat matahari terbenam, terbenam ketika fajar tiba. Cahayanya cukup kuat — area di sekitar bulan akan tercerahkan, memudahkan penglihatan tanpa alat bantu. Kondisi geografis Indonesia, yang berada di garis khatulistiwa, memberikan sudut pandang optimal untuk menyaksikan fenomena ini.

Mengapa Disebut “Strawberry Moon”?

Nama ini bukan invensi modern. Farmers’ Almanac di Amerika Serikat mempopulerkan istilah ini, merujuk pada tradisi masyarakat adat Amerika Utara. Bulan Juni menandai musim panen stroberi liar — moment ketika buah-buahan mulai matang dan siap dipetik. Maka, bulan purnama Juni dinamai Strawberry Moon sebagai penanda kalender musiman.

Setiap bulan dalam setahun punya nama tradisionalnya sendiri. Januari adalah Wolf Moon, Februari Snow Moon, Maret Worm Moon, dan seterusnya. Nama-nama ini berasal dari berbagai tradisi budaya — beberapa dari lore Amerika Utara, beberapa dari komunitas lain. Tidak ada konvensi global tunggal. Di Indonesia, masyarakat tradisional mungkin punya penamaan tersendiri berdasarkan fase bulan dan musim lokal, meski sebutan “Strawberry Moon” semakin dikenal berkat popularitas media modern.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda