Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
Ancaman Siber Meningkat, Ini Langkah Sederhana Pelaku Bisnis Amankan Data Perusahaan   ·   Proyeksi Ekonomi Global 2026: Pertumbuhan Melambat di Tengah Bayang Ketegangan Geopolitik   ·   BRI Bandung hadirkan KPR bunga berjenjang mulai dari 4 persen   ·   Terikat Janji Episode 93: Davina Mengetahui Kebenaran, Hubungan dengan Sena di Ujung…   ·   Gelombang Panas AS 2026: Saat Lonjakan Infrastruktur AI Menguji Ketahanan Jaringan Listrik   ·   BCL Tampil Glamor dan Elegan Kenakan Kebaya, Sambut Presiden Republik Belarus di…   ·   Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Dunia Hadapi Ancaman Kelebihan Pasokan   ·   Tarif Listrik Juli 2026 Resmi Tidak Naik: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Rumah…   ·  
TEKNOLOGI

Universitas tersebut menerapkan sebuah model untuk menghubungkan ma…

Model investasi startup mahasiswa di kampus UEF
UEF meluncurkan model investasi startup mahasiswa lewat iVentures LaunchPad 2026. (Ilustrasi: AI)

HO CHI MINH — Universitas Ekonomi dan Keuangan Kota Ho Chi Minh (UEF) meluncurkan model investasi startup mahasiswa bernama UEF iVentures LaunchPad 2026 untuk menghubungkan ide kampus dengan mentor, investor, dan pasar sejak mahasiswa masih kuliah.

Program ini resmi diperkenalkan pada 28 Juni 2026 di Ho Chi Minh City. UEF menempatkannya sebagai jalur inkubasi yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mendorong mahasiswa masuk ke ekosistem kewirausahaan yang nyata.

Bagi mahasiswa, langkah ini penting. Mereka tidak hanya diminta membuat presentasi bisnis. Mereka diuji lewat tantangan, bertemu pelaku industri, lalu membawa ide ke tahap yang lebih siap jual.

Fokus ke bidang yang punya ruang tumbuh

UEF menyebut model ini menyasar sektor yang sedang naik daun. Daftarnya panjang, tapi arahnya jelas: teknologi pendidikan, kecerdasan buatan dan analitik data, ekonomi hijau, logistik pintar, teknologi keuangan, keamanan siber, pemasaran digital, teknologi pemasaran, hingga e-commerce.

Dengan pilihan itu, kampus tampak membaca kebutuhan pasar. Dunia usaha sekarang tidak cukup mencari ide yang keren di atas kertas. Mereka mencari solusi yang bisa dipakai, diuji, lalu diubah menjadi produk.

Di titik ini, model investasi startup mahasiswa menjadi jembatan. Mahasiswa bisa melihat apakah ide mereka sekadar bagus untuk lomba atau benar-benar punya peluang hidup di pasar.

Dari tantangan 48 jam ke inkubasi 6 bulan

Setelah diluncurkan, mahasiswa pemilik proyek startup mengikuti program Pembelajaran Berbasis Tantangan selama 48 jam berturut-turut. Skemanya padat. Mereka belajar mengurai masalah, menyusun model bisnis, lalu menguji ide bersama tim lain.

Setelah itu, UEF membuka akses ke seminar tematik, lokakarya mendalam, dan mentoring langsung. Topik yang dibahas juga praktis: model bisnis, keuangan startup, jaringan, dan keterampilan komunikasi. Bukan teori yang jauh dari lapangan.

Proyek yang dinilai menjanjikan kemudian masuk ke program inkubasi selama tiga sampai enam bulan di Pusat Kewirausahaan dan Inovasi iVentures. Di tahap ini, tim terpilih mendapat ruang kerja di kampus, koneksi ke ahli, pelaku usaha, dan investor untuk memoles produk serta memperkuat model bisnis mereka.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda