Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

DeepSeek Buka Rekrutmen Besar, Targetnya Mengejar AGI

Ilustrasi laboratorium riset AI DeepSeek untuk pengembangan AGI
DeepSeek buka 33 posisi kerja baru untuk kejar AGI, pasca valuasi tembus Rp 940 triliun. (Ilustrasi: AI)

Tujuh kategori posisi yang dibuka juga mencerminkan peta strategi yang cukup ambisius. Riset deep learning jelas mengarah ke pengembangan model inti. Strategi data model menunjukkan mereka serius membangun fondasi data yang lebih kuat. Sementara penambahan di sisi operasional dan korporasi memberi sinyal bahwa DeepSeek bersiap untuk skala yang jauh lebih besar — bukan hanya secara teknis, tapi juga sebagai organisasi.

Bagi komunitas riset dan pengembang AI global, ini adalah sinyal bahwa kompetisi menuju AGI kini bergerak lebih cepat. OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic sudah menyatakan AGI sebagai target jangka panjang mereka masing-masing. Kini DeepSeek terang-terangan bergabung dalam perlombaan itu — dengan cara yang lebih terbuka dari sebelumnya.

Apa Artinya bagi Dunia Kerja AI?

Permintaan terhadap talenta AI global memang sudah melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Laporan World Economic Forum 2024 menyebut peran yang berkaitan dengan AI dan machine learning masuk dalam daftar pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030. Tapi yang terjadi sekarang berbeda dari gelombang sebelumnya.

Sebelumnya, perusahaan merekrut insinyur AI untuk membangun fitur produk — chatbot layanan pelanggan, sistem rekomendasi, alat analitik. Kini pemain seperti DeepSeek merekrut untuk sesuatu yang lebih fundamental: membangun sistem yang bisa berpikir secara umum. Itu pergeseran besar dalam orientasi riset dan pengembangan.

Bagi talenta Indonesia yang berminat di bidang AI, ini juga relevan. Meski posisi yang dibuka DeepSeek berlokasi di Beijing dan Hangzhou, tren ekspansi rekrutmen besar-besaran dari perusahaan AI China memberi tekanan tersendiri pada ekosistem talenta regional. Perusahaan teknologi di Asia Tenggara — termasuk Indonesia — akan semakin bersaing memperebutkan talenta AI terbaik yang kini punya lebih banyak pilihan, termasuk dari pemain China yang kini bermain agresif.

DeepSeek di Peta Persaingan AI Global

Valuasi 400 miliar yuan menempatkan DeepSeek dalam liga yang tidak main-main. Sebagai perbandingan, angka itu setara dengan lebih dari separuh kapitalisasi pasar beberapa bank terbesar Indonesia. Untuk sebuah startup AI yang baru benar-benar dikenal publik global pada awal 2025, pertumbuhan valuasi ini tergolong luar biasa cepat.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda