PALEMBANG, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina di Palembang dan Sumatera Selatan pada Selasa, 30 Juni 2026, tidak berubah dari penetapan terakhir. Pertamina Patra Niaga terakhir menyesuaikan harga pada 10 Juni 2026, dan sampai hari ini belum ada pengumuman revisi baru.
Dampaknya cukup terasa di kantong. Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini dipatok Rp16.650 atau naik Rp3.950 sekaligus. Selisihnya dengan Pertalite kini mencapai Rp6.650 per liter, cukup signifikan bagi pengguna kendaraan berbahan bakar bensin nonsubsidi.
Daftar Harga BBM Pertamina Palembang/Sumsel per 30 Juni 2026
Berikut harga resmi berdasarkan data Pertamina Patra Niaga per 10 Juni 2026, berlaku hingga ada pengumuman resmi berikutnya:
| Jenis BBM | Harga/Liter | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertalite RON 90 | Rp10.000 | Subsidi tetap |
| Biosolar CN 48 | Rp6.800 | Subsidi tetap |
| Pertamax RON 92 | Rp16.650 | Nonsubsidi |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp21.200 | Nonsubsidi |
| Dexlite CN 51 | Rp23.500 | Nonsubsidi |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp25.350 | Nonsubsidi |
| Pertamax Green 95 | Tidak dijual di Sumsel |
Untuk harga real-time dan lokasi SPBU terdekat, cek aplikasi MyPertamina.
Mengapa Pertamax Naik Tajam 10 Juni Lalu?
Kenaikan Pertamax pada 10 Juni 2026 bukan tanpa alasan. Corporate Secretary Pertamina, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penyesuaian dilakukan mengikuti formula harga yang ditetapkan pemerintah sekaligus menyesuaikan pergerakan harga minyak mentah dunia.
Kenaikannya memang besar sekitar Rp3.950 per liter dalam satu kali penyesuaian. Di sisi lain, Dexlite justru turun Rp3.000 menjadi Rp23.500 per liter. Pertamax Turbo RON 98 tidak berubah di angka Rp21.200 per liter. Pertamax Green 95, yang sempat naik ke Rp17.000 per liter untuk kawasan Jabodetabek, memang tidak dipasarkan di wilayah Sumatera Selatan.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang menjadi kewenangan Pertamina dengan mengacu pada harga keekonomian, berbeda dengan BBM bersubsidi yang diatur langsung oleh pemerintah pusat.
Pertalite dan Solar Subsidi Tetap Aman
Kabar baiknya bagi mayoritas pengguna kendaraan di Palembang: Pertalite dan Biosolar tidak ikut naik. Harga Pertalite RON 90 tetap Rp10.000 per liter, Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
SKK Migas mengonfirmasi kedua jenis BBM bersubsidi ini bakal stabil hingga akhir 2026. Alasannya, Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia masih bertahan di bawah ambang US$100 per barel, kondisi yang membuat anggaran subsidi energi masih terkendali.
Artinya, warga Palembang yang mengandalkan Pertalite untuk kebutuhan harian tidak merasakan tekanan langsung dari penyesuaian Juni lalu. Tapi bagi yang sudah terlanjur beralih ke Pertamax, selisih Rp6.650 per liter terhadap Pertalite jelas terasa tiap kali mengisi tangki.
Dengan harga yang masih sama sejak 10 Juni, kondisi ini kemungkinan berlanjut sampai ada evaluasi berkala dari Pertamina biasanya dilakukan tiap awal bulan mengikuti pergerakan harga minyak global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai formula yang ditetapkan pemerintah dan mempertimbangkan kondisi harga minyak dunia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.