Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

IHSG Melemah ke 5.801, Pasar Wait and See Data AS

IHSG Melemah ke 5.801, Pasar Wait and See Data AS
Foto: Pixabay/Pexels

Pekan ini, pasar domestik juga menantikan data PMI Manufaktur Indonesia, inflasi Juni, dan neraca perdagangan. Ketiganya akan jadi cermin seberapa kuat aktivitas ekonomi Indonesia berjalan.

“Kombinasi masuknya arus modal asing, penguatan likuiditas perbankan, serta dukungan pemerintah terhadap investasi dan ekspor berpotensi menjadi sentimen positif bagi stabilitas rupiah, pasar obligasi, dan sektor perbankan,” ujar Liza.

Ringkasan 3 Poin

  • IHSG kembali melemah pada pembukaan Selasa (1/7), turun 0,33 persen ke 5.801 — setelah Senin sebelumnya anjlok 1,28 persen. Pasar masih belum keluar dari bawah level 6.000.
  • Dua faktor utama menekan: ketegangan militer AS–Iran di Selat Hormuz dan kehati-hatian investor menjelang rilis data ketenagakerjaan AS (NFP) pada Kamis mendatang yang akan menentukan arah kebijakan The Fed.
  • Ada bantalan domestik: dana pemerintah Rp281 triliun di perbankan, dana siaga Rp100 triliun, plus aliran modal asing Rp sekitar 9 miliar dolar AS ke SBN dan SRBI — cukup untuk menahan kejatuhan lebih dalam, setidaknya untuk sementara.

FAQ Singkat

Apa itu level support dan resistance IHSG?
Support adalah batas bawah di mana harga cenderung berhenti turun dan berbalik naik — saat ini di 5.722. Resistance adalah batas atas yang sulit ditembus — saat ini di kisaran 5.996–6.013. Bila IHSG menembus resistance, potensi naik lebih lanjut terbuka.

Mengapa data NFP AS memengaruhi IHSG?
Data Non-Farm Payrolls menunjukkan kondisi ketenagakerjaan AS. Kalau angkanya kuat, The Fed cenderung menahan pemotongan suku bunga — yang membuat dolar AS menguat dan menekan aset negara berkembang seperti saham Indonesia.

Apakah konflik AS–Iran berbahaya bagi pasar Indonesia?
Belum sampai memicu kepanikan besar. Tapi kalau eskalasi berlanjut dan memblokir Selat Hormuz secara permanen, harga minyak bisa melonjak — yang pada akhirnya memperburuk inflasi dan menekan mata uang negara importir minyak, termasuk Indonesia.

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda