Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Jerman Tersingkir Di 32 Besar Piala Dunia 2026 DFB Wajib Pecat Julian Nagelsmann

Ilustrasi Piala Dunia 2026 fase gugur dengan stadion malam dan bracket pertandingan
Legenda Jerman Arne Friedrich dan Hitzlsperger tuntut DFB pecat Nagelsmann usai Die Mannschaft tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026 oleh Paraguay. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Dua legenda Jerman angkat suara. Usai Die Mannschaft tumbang dari Paraguay lewat adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Arne Friedrich dan Thomas Hitzlsperger kompak menuntut DFB memecat Julian Nagelsmann.

Kekalahan itu pahit. Bukan hanya karena kalah penalti, tapi karena cara Jerman bermain sepanjang turnamen yang terus memantik pertanyaan. Tim yang sempat menghancurkan Curacao 7-1 dan mengalahkan Pantai Gading 2-1 ini ternyata tak cukup kuat ketika menghadapi lawan yang lebih terorganisir.

Friedrich: Kekalahan yang Pantas

Arne Friedrich, mantan bek tangguh Die Mannschaft, tidak melunak sedikit pun. Kepada BBC Radio 5 Live, ia menyebut hasil ini bukan kejutan — melainkan konsekuensi logis dari apa yang disajikan Jerman selama turnamen berlangsung.

“Jika melihat keseluruhan turnamen dan cara kami bermain, ini adalah kekalahan yang pantas,” kata Friedrich. “Nagelsmann harus menerima konsekuensinya. Saya benar-benar berpikir perjalanan tim ini harus dilanjutkan tanpa Nagelsmann.”

Kalimat terakhir itu tegas. Tidak ada ruang interpretasi. Friedrich percaya regenerasi Jerman butuh tangan baru, bukan kelanjutan dari eksperimen yang menurutnya gagal di panggung terbesar.

Hitzlsperger Soroti Persiapan yang Buruk

Thomas Hitzlsperger masuk dari sudut berbeda. Mantan gelandang ini tidak sekadar menyorot hasil, tapi mempertanyakan proses. Ia menilai Nagelsmann gagal mempersiapkan tim secara menyeluruh — dan itu yang membuat Jerman rapuh saat tekanan sesungguhnya datang.

“Sulit menjelaskan bagaimana Jerman menjalani turnamen ini dengan begitu banyak masalah. Situasi ini tidak bisa diterima,” ujarnya kepada BBC One.

Hitzlsperger juga menyinggung format Piala Dunia 2026 yang kini melibatkan 48 tim. Artinya, lebih banyak tim lemah yang bisa dikalahkan. Tapi justru dalam format seperti ini, Jerman malah terjungkal lebih awal dari yang pernah dibayangkan. “Dengan format Piala Dunia yang kini diikuti lebih banyak tim, tersingkir sedini ini tentu menjadi hal yang sangat sulit diterima bagi negara sebesar Jerman,” tegasnya.

Apa yang Salah dari Jerman?

Secara data, perjalanan Jerman sebenarnya tidak jelek di permukaan. Tujuh gol ke gawang Curacao, bangkit dari ketinggalan lawan Pantai Gading — angka-angka itu menjanjikan. Tapi ketika dihadapkan pada lawan yang punya struktur pertahanan solid dan mau berjuang lebih keras di luar bola, mekanisme pressing dan build-up Jerman tidak berjalan mulus.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda