Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Rupiah diprediksi menguat seiring selera pasar pada aset EM meningkat

Rupiah diprediksi menguat seiring selera pasar pada aset EM meningkat
Foto: Ahsen/Pexels

“Kejatuhan yen akibat pelaku pasar meninggalkan safe asset yang identik dengan yen dan mengejar asset yang yield-nya tinggi dan pasar saham dengan momentum kenaikan saham-saham perusahaan teknologi,” ujar dia.

Tekanan pada yen juga terkait ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang masih menahan ruang gerak mata uang Jepang. Saat dolar menguat dan imbal hasil di AS tetap menarik, mata uang lain kerap ikut terseret. Efeknya tidak berhenti di Asia. Pasar negara berkembang ikut merasakan getarannya.

Indikasi dari domestik masih mendukung

Dari dalam negeri, Rully melihat minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah dan instrumen Bank Indonesia masih cukup tinggi. Ini penting karena minat yang kuat pada surat utang biasanya mencerminkan kepercayaan pasar pada stabilitas makroekonomi dan prospek imbal hasil di Indonesia.

Ia menyoroti penurunan imbal hasil obligasi pemerintah pada sejumlah tenor. Yield tenor 5 tahun turun 5,2 basis poin menjadi 7,08 persen, tenor 16 tahun turun 4,6 basis poin menjadi 7,3 persen, sementara tenor 6-8 tahun masing-masing turun 2,4 basis poin menjadi 7,1 persen dan 7,22 persen. SRBI juga disebut masih diburu investor.

Data itu memberi sinyal sederhana: dana masih masuk. Pasar belum kehilangan minat.

Di saat yang sama, harga minyak yang bergerak turun ke kisaran 70 dolar AS per barel ikut membantu meredakan tekanan eksternal. Indeks dolar AS yang mulai melandai juga membuat ruang penguatan rupiah lebih terbuka. Bagi pasar domestik, kombinasi ini sering dibaca sebagai kabar baik, setidaknya untuk jangka pendek.

Meski begitu, pelaku pasar tetap akan menatap arah kebijakan bank sentral utama dunia, pergerakan yen, dan respons investor terhadap aset berisiko. Bila sentimen global bertahan, rupiah punya peluang menjaga penguatan. Bila arus risk on cepat memudar, rupiah bisa kembali berhadapan dengan tekanan baru pada perdagangan berikutnya.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda