Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Samsung & MGH Teliti Galaxy Watch untuk Cegah Otot Susut saat Diet GLP-1

Galaxy Watch8 dipakai saat olahraga untuk pantau komposisi otot tubuh
Samsung dan MGH meneliti apakah Galaxy Watch8 bisa pantau kehilangan massa otot pada pasien terapi GLP-1. (Ilustrasi: AI)

Di sinilah Galaxy Watch8 coba mengisi celah itu.

Smartwatch Samsung ini dilengkapi sensor BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) yang mampu mengukur komposisi tubuh — termasuk persentase lemak dan estimasi massa otot — langsung dari pergelangan tangan. Teknologi yang sama sudah ada di timbangan pintar, tapi kini bisa dipakai setiap saat, di mana saja.

Dalam studi klinis bersama MGH ini, peserta yang baru memulai terapi GLP-1RA akan dipantau secara rutin menggunakan Galaxy Watch8. Data yang dikumpulkan mencakup komposisi tubuh, detak jantung, tingkat aktivitas fisik, dan pola tidur. Semua data ini kemudian dianalisis untuk melihat apakah intervensi berbasis teknologi wearable bisa mendorong pasien lebih aktif bergerak — dan dengan demikian memperlambat kehilangan otot.

“Kami ingin memahami bagaimana teknologi yang dapat dikenakan dapat mendukung pasien dalam menjaga komposisi tubuh yang sehat selama terapi penurun berat badan,” ujar Dr. Putman dalam pernyataan resmi yang dirilis bersama Samsung.

Studi ini bukan sekadar uji coba gadget. Ini adalah percobaan klinis terstruktur yang melibatkan institusi medis terkemuka, dengan protokol penelitian yang ketat. Hasilnya kelak bisa mengubah cara dokter meresepkan dan memantau terapi GLP-1 — bukan lagi hanya dengan angka di timbangan, tapi dengan data komposisi tubuh yang lebih kaya.

Mengapa Ini Penting bagi Pengguna Smartwatch Biasa

Kemitraan Samsung dan MGH ini punya implikasi yang lebih luas dari sekadar satu studi.

Selama ini, fitur kesehatan di smartwatch sering dianggap sebagai gimmick — data yang menarik tapi tidak benar-benar dipakai dokter. Kalau studi ini berhasil membuktikan validitas sensor BIA Galaxy Watch8 dalam memantau massa otot secara klinis, itu akan menjadi preseden penting: data dari pergelangan tangan Anda bisa benar-benar masuk ke rekam medis dan mempengaruhi keputusan terapeutik.

Pasar GLP-1 sendiri sedang meledak. Goldman Sachs Research memproyeksikan pasar obat obesitas global akan mencapai 130 miliar dolar AS pada 2030, dengan GLP-1 sebagai kategori dominan. Jutaan pasien baru akan mulai terapi ini dalam beberapa tahun ke depan. Kalau smartwatch terbukti bisa membantu mereka mempertahankan otot, permintaan terhadap perangkat semacam ini akan naik drastis — dan itu juga berita besar bagi industri elektronik konsumen.

Dari sisi pengguna biasa, temuan studi ini juga bisa mendorong pembaruan fitur di aplikasi Samsung Health. Bayangkan notifikasi yang bukan cuma mengingatkan Anda untuk berdiri, tapi memberi tahu bahwa massa otot Anda turun signifikan bulan ini dan merekomendasikan jenis latihan spesifik untuk mengatasinya.

Batasan yang Perlu Diingat

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda