JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Tekanan inflasi yang terus membayangi perekonomian nasional pada pertengahan tahun 2026 menuntut masyarakat untuk lebih taktis dalam mengatur keuangan pribadi. Cara mengelola gaji di tengah inflasi menjadi kunci penting agar daya beli keluarga tidak merosot tajam akibat lonjakan harga barang pokok.
Kondisi ekonomi yang dinamis ini berdampak langsung pada menyusutnya nilai riil pendapatan bulanan jika tidak dibarengi dengan strategi alokasi yang tepat. Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengingatkan bahwa penyesuaian pos anggaran belanja harus segera dilakukan sejak awal bulan menerima upah.
Audit Pengeluaran Bulanan secara Berkala
Langkah pertama dalam menerapkan cara mengelola gaji di tengah inflasi adalah dengan melacak setiap rupiah yang keluar. Anda perlu memisahkan secara tegas antara kebutuhan pokok yang bersifat wajib dan keinginan sekunder yang masih bisa ditunda.
Di era digital saat ini, memotong pengeluaran mikro yang tidak disadari sangat membantu kestabilan kas. Contohnya adalah langganan platform streaming musik atau film yang jarang digunakan, serta biaya administrasi dompet digital yang berlebihan.
Modifikasi Formula Anggaran 50/30/20
Metode penganggaran klasik 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan kini perlu disesuaikan. Tingginya harga komoditas pangan membuat porsi kebutuhan dasar membengkak secara alami.
Anda dapat memodifikasi rasio tersebut menjadi formula baru, yaitu 60/20/20. Alokasikan 60 persen pendapatan untuk biaya hidup wajib, tekan pengeluaran gaya hidup menjadi 20 persen, dan pertahankan 20 persen sisanya untuk masa depan.
Amankan Dana Darurat di Instrumen Tepat
Menyimpan seluruh uang cadangan di rekening tabungan biasa kini kurang efektif karena bunganya akan tergerus oleh laju inflasi yang bergerak cepat. Dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman namun tetap memberikan imbal hasil kompetitif.
Beberapa pilihan instrumen likuid yang bisa dipilih antara lain Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) atau Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Instrumen ini menjaga nilai uang Anda sekaligus tetap mudah dicairkan saat kondisi mendesak terjadi.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.