Rabu, 1 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Tantangan Manufaktur di Balik Standar OCI MSA untuk AI

Proses produksi komponen fotonik silikon untuk infrastruktur AI masa depan
OCI MSA menetapkan standar arsitektur baru untuk AI. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Konsorsium raksasa teknologi global yang terdiri dari AMD, Broadcom, Meta, Microsoft, NVIDIA, dan OpenAI baru saja merampungkan standar Optical Compute Interconnect Multi-Source Agreement (OCI MSA). Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam arsitektur infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin haus akan kecepatan data. Mereka kini memiliki bahasa universal untuk memindahkan data di dalam pusat data super besar.

Kesepakatan tersebut menentukan arah komunikasi antar-perangkat menggunakan teknologi *co-packaged optics* (CPO). Secara teknis, mereka memilih modulasi *non-return-to-zero* (NRZ) yang dikombinasikan dengan *wavelength-division multiplexing* (WDM). OCI GEN1 memulai debutnya dengan empat panjang gelombang, masing-masing berkapasitas 50 Gbps, sehingga menghasilkan total 200 Gbps per arah per serat optik.

Mengapa standar ini krusial? Bayangkan ribuan GPU bekerja bersama untuk melatih model bahasa besar seperti GPT-4 atau model sejenis lainnya. Saat ini, keterbatasan fisik pada kabel tembaga tradisional mulai menciptakan kemacetan data. Kabel tembaga tidak bisa lagi memindahkan data cukup cepat tanpa menghasilkan panas berlebih. Dengan OCI MSA, industri beralih ke cahaya. Transmisi berbasis cahaya menjanjikan kecepatan jauh lebih tinggi dengan konsumsi energi yang jauh lebih efisien.

Tantangan Nyata di Lini Produksi

Meski arsitekturnya sudah disepakati, tantangan sebenarnya bukan lagi soal desain, melainkan manufaktur. Persoalan utamanya cukup mendasar: bagaimana cara memproduksi perangkat keras yang mampu mendukung peningkatan bandwidth di masa depan secara massal? Ini adalah masalah skala.

Industri kini menaruh perhatian pada efisiensi energi per bit. Penggunaan modulasi NRZ dipilih karena konsumsi daya yang jauh lebih rendah dibandingkan standar PAM-4 yang lebih kompleks. Dalam skenario ini, kecepatan simbol yang rendah dipadukan dengan pengodean sederhana, sehingga *latency* tetap terjaga dan efisien dalam konsumsi daya. Tanpa efisiensi ini, pusat data masa depan akan membutuhkan pembangkit listrik sendiri karena saking borosnya konsumsi daya *chip*.

Menurut dokumen teknis mengenai OCI MSA, strategi untuk meningkatkan bandwidth ke depan adalah dengan menambah jumlah panjang gelombang pada infrastruktur serat yang sama. Hal ini memungkinkan sistem tetap berada dalam koridor “lambat namun lebar” (slow and wide). Pendekatan ini menghindari kenaikan beban daya yang drastis pada komponen elektronik (SerDes) yang biasanya menjadi titik panas pada server.

Namun, tantangan manufaktur muncul saat industri harus beralih dari empat panjang gelombang ke delapan atau enam belas panjang gelombang. Para teknisi harus memastikan bahwa susunan laser presisi tetap stabil dalam jumlah masif. Jika satu laser saja bergeser mikron dari posisinya, koneksi data ke seluruh rak server bisa terputus. Ini adalah tingkat presisi yang sebelumnya hanya ada di laboratorium riset, bukan di pabrik perakitan massal.

Evolusi Integrasi Fotonik

Evolusi teknologi fotonik kini memasuki fase ketiga, yakni integrasi heterogen. Sebelumnya, perakitan komponen dilakukan secara manual dan terpisah. Proses ini sangat memakan biaya, memakan waktu, dan berisiko tinggi terhadap kegagalan koneksi. Kehadiran silikon fotonik sempat membawa harapan besar, namun masih terbentur pada integrasi material *gain* III-V yang sulit disatukan dengan silikon standar.

Kini, integrasi semua material fotonik dalam satu wafer menjadi jawaban untuk mencapai skala produksi industri. Proses ini mirip dengan transisi yang pernah dialami industri semikonduktor saat mengadopsi CMOS beberapa dekade silam. Dengan menyatukan laser, penguat optik, dan modulator dalam satu aliran proses di wafer, biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan keandalan komponen secara drastis.

Keterlibatan perusahaan seperti NVIDIA dan OpenAI dalam konsorsium ini mengirimkan sinyal kuat. Mereka tidak lagi ingin bergantung pada standar yang tertutup atau proprietary. Dengan standar OCI MSA, mereka memastikan bahwa komponen dari vendor yang berbeda dapat bekerja sama di dalam satu rak server. Ini adalah demokratisasi kecepatan di dalam pusat data.

Masa Depan AI Skala Raksasa

Ke depannya, OCI GEN1 hanyalah titik awal. Standar ini sudah cukup untuk membuktikan arsitektur di level produksi silikon. Namun, teknologi ini belum cukup untuk menjawab kebutuhan GPU generasi berikutnya yang menuntut bandwidth lebih tinggi. Peningkatan jumlah panjang gelombang menjadi kunci untuk memungkinkan domain *scale-up* AI berkembang dari puluhan menjadi ribuan GPU dalam satu pusat data.

Fokus industri kini tertuju pada bagaimana membuat proses integrasi ini bisa berjalan semulus mungkin di tingkat *foundry*. Pembuat chip seperti TSMC atau Intel tentu akan memegang peranan kunci dalam mewujudkan standar ini di lapangan. Jika mereka berhasil menekan biaya produksi modul optik ini, maka harga akses ke layanan AI pun bisa ikut tertekan.

Kita sedang menyaksikan perpindahan paradigma dari era komputasi berbasis tembaga menuju era fotonik. Infrastruktur AI tidak akan lagi dibatasi oleh seberapa cepat sinyal listrik bisa mengalir. Sekarang, batasannya adalah seberapa cepat kita bisa memproduksi perangkat optik yang presisi. Langkah berikutnya, industri harus segera menunjukkan produk nyata yang menggunakan standar ini agar spekulasi pasar berubah menjadi implementasi teknis.

***

**Ringkasan FAQ Singkat:**

1. **Apa itu OCI MSA?** Sebuah standar terbuka yang disepakati perusahaan teknologi besar untuk menghubungkan perangkat AI menggunakan cahaya (fotonik) guna kecepatan tinggi.
2. **Kenapa butuh kabel optik baru?** Kabel tembaga saat ini terlalu boros energi dan panas, sehingga tidak sanggup mengimbangi kebutuhan data GPU generasi terbaru yang sangat cepat.
3. **Kapan ini bisa dinikmati?** Standar OCI GEN1 sudah disepakati, namun adopsi massal sangat bergantung pada kemampuan pabrik semikonduktor untuk memproduksi komponen optik yang murah dan stabil.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda