PJS Babel memposisikan diri sebagai rumah besar bagi para jurnalis yang menjunjung profesionalisme, integritas, independensi, dan tanggung jawab. Sikap itu penting, terutama di daerah yang masih menghadapi tantangan klasik dunia pers, mulai dari kapasitas wartawan, etika liputan, sampai daya tahan organisasi dalam menjaga marwah profesi.
Rikky mengatakan Musdalub juga menjadi ikhtiar bersama untuk memperkokoh fondasi organisasi. Dengan kebersamaan anggota, ia optimistis PJS Babel bisa bergerak lebih jauh dan ikut memberi warna bagi pembangunan daerah lewat karya jurnalistik yang berkualitas dan berimbang.
“Musdalub ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkokoh fondasi organisasi. Dengan kebersamaan seluruh anggota, kami optimistis PJS Babel akan semakin maju dan mampu berperan aktif mendukung pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.
Ajakan itu ditujukan kepada seluruh pengurus DPC PJS kabupaten/kota se-Bangka Belitung dan seluruh anggota. Mereka diminta menyukseskan Musdalub sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi, dan menyiapkan organisasi menghadapi tantangan dunia pers yang terus berubah.
Di daerah seperti Bangka Belitung, pertemuan organisasi pers punya dampak yang lebih luas dari sekadar urusan internal. Saat struktur organisasi rapi dan anggota punya arah yang sama, ruang untuk meningkatkan kapasitas liputan ikut terbuka. Di titik itu, Musdalub PJS Babel tidak lagi cuma forum administratif. Ia menjadi penentu langkah organisasi menuju Munas III PJS 2026 dan target besar menjadi konstituen Dewan Pers.
“Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, kami berharap Musdalub PJS Babel 2026 dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi,” kata Rikky menutup pernyataannya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.