HOUSTON, JOURNALARTA.COM – Maroko lolos perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar di Houston Stadium, Sabtu, 4 Juli 2026. Hasil ini membuat Singa Atlas menjadi tim Afrika pertama yang dua kali beruntun menembus delapan besar ajang tersebut.
Kanada sempat menguasai permainan di depan pendukungnya sendiri, tapi gagal menembus pertahanan Maroko. Tiga gol Maroko lahir di babak kedua lewat Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi, sementara tuan rumah pulang dengan catatan pahit: dominan di penguasaan bola, namun nol tembakan tepat sasaran.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Kanada dominan, Maroko sabar menunggu
Laga berjalan ketat di 45 menit pertama. Kanada memegang bola 58 persen, sedangkan Maroko memilih bertahan rapat dan menutup ruang di lini tengah.
Alphonso Davies absen karena cedera, dan absennya bek sayap andalan itu ikut mengubah karakter serangan Kanada. Jonathan David dan Cyle Larin beberapa kali mencoba menusuk, tapi duet lini belakang Maroko tampil disiplin. Kanada mencatat tujuh percobaan tembakan, namun tak satu pun mengarah ke gawang.
Maroko tidak panik. Mereka menunggu momen yang tepat, lalu menghukum kelengahan lawan dengan serangan yang lebih efisien. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Ounahi memecah kebuntuan
Babak kedua langsung mengubah arah pertandingan. Pada menit ke-58, Azzedine Ounahi membuka skor lewat sepakan first time dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, dan kiper Kanada Maxime Crepeau hanya terpaku melihat arah tembakan.
Gol itu membuat Kanada terbuka. Mereka mencoba membalas dengan tempo lebih tinggi, tapi justru memberi ruang bagi Maroko untuk menyerang balik. Delapan belas menit kemudian, Ounahi kembali mencetak gol. Kali ini ia menanduk umpan silang Hakim Amrabat dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Dua gol Ounahi memutus ritme Kanada. Stadion yang sejak awal ramai oleh dukungan tuan rumah mulai hening. Maroko makin nyaman mengatur tempo.
Rahimi mengunci kemenangan
Pada menit ke-85, Soufiane Rahimi menutup pesta Maroko. Serangan balik tiga lawan dua berjalan rapi, Rahimi menerima bola dengan tenang, lalu mengangkatnya melewati Crepeau dengan chip elegan. 3-0.
Kanada sempat berusaha mengejar. Tapi mental mereka sudah turun. Maroko bahkan punya peluang menambah gol lagi, hanya saja penyelesaian akhir mereka tak lagi sebersih dua gol Ounahi dan satu gol Rahimi.
Secara statistik, Kanada memang lebih lama memegang bola. Namun Maroko lebih tajam saat memasuki sepertiga akhir lapangan. Mereka melepaskan empat tembakan tepat sasaran dan semuanya lahir dari serangan yang terukur.
Dampaknya untuk Maroko dan Kanada
Hasil ini penting bukan cuma untuk Maroko, tapi juga untuk sepak bola Afrika. Dalam dua edisi beruntun, mereka menunjukkan bahwa pencapaian di Piala Dunia 2022 bukan kebetulan. Maroko kini punya modal kepercayaan diri besar jelang duel perempat final melawan pemenang laga Prancis kontra Paraguay di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu, 5 Juli 2026 pukul 04.00 WIB.
Bagi Kanada, kekalahan ini menutup perjalanan co-host dengan rasa frustrasi. Mereka tampil meyakinkan dalam penguasaan bola, tetapi gagal menjawab pertanyaan paling mendasar dalam turnamen seperti ini: bagaimana mengubah kontrol permainan menjadi gol. Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui timnya gagal klinis di depan gawang.
“Kami punya kontrol total di babak pertama, tetapi tidak cukup klinis,” kata Marsch seperti dikutip Reuters. Kalimat itu terasa pas menggambarkan pertandingan. Kanada memegang bola. Maroko memegang hasilnya.
Maroko juga mengirim pesan ke kandidat juara lain. Mereka tidak hanya bertahan rapi, tapi juga tahu kapan harus menyerang. Efektif. Tenang. Berbahaya.
Di turnamen besar, detail kecil sering menentukan nasib. Satu tembakan tepat waktu. Satu umpan silang yang jatuh di tempat yang benar. Dan Maroko memanfaatkan semuanya di Houston.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.