Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Merauke Jadi Lumbung Pangan, Amran Bidik Nilai Produksi Rp13 Triliun

Merauke Jadi Lumbung Pangan, Amran Bidik Nilai Produksi Rp13 Triliun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memasang target ambisius untuk menjadikan Merauke sebagai pusat produksi pangan nasional dengan nilai ekonomi mencapai …. Credit: JournalArta

Modernisasi sektor pertanian di Merauke bukan hanya sekadar mengejar angka produksi beras nasional. Ada visi kesejahteraan petani yang ingin dibangun Amran. Berdasarkan verifikasi lapangan, pendapatan petani di beberapa titik di Merauke tercatat naik rata-rata 80 persen selama dua tahun terakhir. Di wilayah-wilayah tertentu dengan adopsi teknologi tinggi, kenaikan pendapatan bahkan menyentuh angka 300 persen.
Amran memproyeksikan, dengan mekanisasi yang tepat, setiap keluarga petani di kawasan tersebut mampu mengantongi pendapatan bersih hingga Rp27 juta setiap bulannya. Angka ini jauh melampaui rata-rata pendapatan petani di Pulau Jawa yang cenderung terhambat oleh sempitnya kepemilikan lahan per kapita.
“Setelah mereka ketagihan dapat Rp27 juta per bulan, saya yakin mereka akan terus menanam tanpa harus disuruh,” tutur Amran dengan optimistis. Pola ini sengaja dirancang agar pertanian di Papua tidak lagi dilihat sebagai sektor subsisten, melainkan sebuah bisnis yang menguntungkan bagi generasi muda.

Ketahanan Pangan di Kawasan Timur

Penting untuk melihat Merauke dalam peta ketahanan pangan nasional. Saat ini, indeks pertanaman (IP) di Merauke sudah berada di level 2. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang secara umum masih berkisar di level 1,6 hingga 1,7. Artinya, Merauke memiliki keunggulan kompetitif dalam hal kecepatan sirkulasi produksi dibandingkan daerah lain.
Namun, keberhasilan ini menuntut konsistensi. Pemerintah berencana memperkuat infrastruktur pascapanen, termasuk pembangunan gudang penyangga dan fasilitas mesin pengering gabah (*dryer*) untuk mengantisipasi penurunan kualitas hasil panen saat cuaca buruk. Tanpa infrastruktur pascapanen, ancaman susut panen (*losses*) akan tetap menjadi momok yang menggerus nilai ekonomi para petani.
Ke depan, tantangan utama berada pada pengawalan teknis di lapangan agar target 100 ribu hektare tersebut tidak hanya sekadar formalitas. Dukungan anggaran yang telah dipersiapkan untuk tahun 2026 menjadi penentu apakah target Rp13 triliun akan tercapai atau justru meleset dari rencana. Jika berhasil, Merauke tidak hanya menjadi lumbung pangan timur Indonesia, tetapi juga akan menjadi prototipe bagi transformasi pertanian modern yang menempatkan petani sebagai subjek utama dalam ekonomi nasional.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda