Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Batman: Arkham Knight, Game Nyaris Sempurna yang Dinodai Riddler

Batman: Arkham Knight, Game Nyaris Sempurna yang Dinodai Riddler
Foto: Stefans02

JAKARTA — Batman: Arkham Knight tetap menjadi salah satu mahakarya genre aksi petualangan meski telah dirilis lebih dari satu dekade silam.

Pengalaman menjelajahi Gotham yang luas, mekanik pertarungan yang halus, hingga kualitas narasi yang mendalam menempatkan game ini sebagai standar emas permainan bertema pahlawan super.

Namun, di balik keagungannya, ada satu ganjalan yang kerap membuat pemain mengelus dada: tantangan Riddler yang terasa melelahkan.

Mengapa tantangan Riddler ini begitu kontroversial? Bagi banyak pemain, masalah utamanya terletak pada integrasi konten tersebut ke dalam alur cerita utama. Pengembang memaksa pemain untuk mengumpulkan ratusan koleksi yang tersebar di seluruh peta jika ingin membuka “ending” yang sebenarnya.

Langkah ini dinilai sebagai keputusan desain yang kurang bijak, terutama bagi mereka yang menghargai waktu bermain secara efisien.

Daya Tarik Gotham yang Terasa Hidup

Saat terjun ke dalam permainan, Arkham Knight menawarkan akses ke dunia yang kaya akan detail. Gotham dibagi menjadi tiga pulau besar yang masing-masing memiliki skala setara dengan seluruh peta dalam seri sebelumnya, Arkham City.

Mekanik mobilitas seperti Grapnel Boost memberikan kebebasan bagi pemain untuk menjelajahi gedung-gedung tinggi dengan kecepatan yang memuaskan. Ini adalah bentuk representasi dunia DC yang paling terasa hidup dan nyata.

Soal Batmobile yang sering menuai kritik, kenyataannya kendaraan ini tidak seburuk yang diisukan banyak orang. Meski sistem kemudinya terasa sedikit kaku, peran Batmobile lebih banyak berfungsi sebagai pendukung dalam teka-teki lingkungan dan misi tertentu.

Pengguna tidak dipaksa untuk terus-menerus menggunakannya, sehingga pengalaman bertarung tangan kosong yang menjadi jiwa utama permainan tetap terjaga dengan baik.

Mimpi Buruk Bernama Koleksi Riddler

Masalah sesungguhnya muncul saat pemain berhadapan dengan misi Riddler. Untuk sekadar menangkap sang penjahat ini, pemain diwajibkan menyelesaikan 243 tantangan yang mencakup pencarian piala, pemecahan teka-teki, hingga menyelamatkan sandera.

Angka ini tergolong sangat besar dan sering kali terasa repetitif. Bagi pemain kasual yang hanya ingin menikmati alur cerita utama, tumpukan tugas ini adalah penghalang yang sangat tidak perlu.

Puncaknya, game ini mengunci ending naratif yang memuaskan di balik tuntasnya semua tantangan tersebut. Kondisi ini membuat banyak pemain, termasuk penulis di TechRadar, memilih untuk menonton adegan akhir tersebut melalui platform video daring alih-alih harus menghabiskan puluhan jam melakukan pencarian barang koleksi yang tidak terlalu menantang secara kognitif.

Dampak langsung bagi pemain adalah hilangnya esensi kesenangan akibat kelelahan mekanis.

Saat sebuah permainan memaksa pemain untuk melakukan tugas yang membosankan demi melihat resolusi cerita, kepuasan emosional yang seharusnya dirasakan di akhir justru berubah menjadi rasa lega karena tugas tersebut akhirnya usai.

Ini adalah peringatan bagi pengembang lain agar tidak menyandera konten naratif di balik koleksi yang berlebihan.

Secara keseluruhan, Arkham Knight adalah paket hiburan yang luar biasa dengan nilai jual yang sangat terjangkau saat ini. Game ini berhasil menangkap esensi menjadi Batman dengan cara yang tidak tertandingi oleh game lain di eranya.

Jika Anda berencana memainkannya, nikmatilah setiap detil pertarungan dan eksplorasi Gotham tanpa harus merasa tertekan untuk menyelesaikan seluruh tantangan Riddler demi kesehatan mental Anda.

Ringkasan poin utama terkait Batman: Arkham Knight:

Aspek Catatan

Kualitas Utama Mekanik pertarungan dan eksplorasi dunia yang sangat brilian.

Kelemahan Tantangan Riddler yang terlalu banyak dan terasa membosankan.

Saran Pemain Fokus pada narasi utama, tonton ending lewat YouTube jika perlu.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda